Rahasia Ketupat Gurih Anti Lembek, Sajian Wajib Lebaran yang Tahan Hingga Tiga Hari
Rahasia Ketupat Gurih Anti Lembek, Sajian Wajib Lebaran yang Tahan Hingga Tiga Hari--ist
SILAMPARITV.CO.ID - Ketupat menjadi sajian wajib yang selalu hadir saat Hari Raya Idulfitri. Makanan berbahan dasar beras yang dibungkus anyaman janur ini bukan hanya pelengkap opor ayam atau rendang, tetapi juga simbol kebersamaan keluarga di momen Lebaran.
Agar ketupat terasa gurih, bertekstur padat, dan tidak cepat basi, pemilihan bahan serta teknik memasak harus diperhatikan dengan cermat. Salah satu kunci utamanya adalah menggunakan beras pera. Jenis beras ini memiliki kandungan amilosa lebih tinggi sehingga menghasilkan tekstur kenyal dan padat setelah direbus lama. Jika menggunakan beras pulen, ketupat cenderung menjadi terlalu lembek dan mudah hancur saat dipotong.
BACA JUGA:Kurang dari Tujuh Jam, Otak Bisa Alami Penurunan Fungsi Tanpa Disadari
BACA JUGA:SPPG Wajib Aktif di Media Sosial, BGN Minta Menu MBG Dipublikasikan Setiap Hari
Takaran pengisian beras ke dalam sarang ketupat juga sangat menentukan hasil akhir. Idealnya, beras diisi sebanyak dua pertiga bagian dari volume janur. Jika terlalu penuh, beras tidak memiliki ruang untuk mengembang dan bisa matang tidak merata. Sebaliknya, jika terlalu sedikit, ketupat akan menjadi kosong dan kurang padat.
BACA JUGA:Angin Puting Beliung Terjang Rumah Warga, Polres Lubuklinggau Gerak Cepat Bantu Warga
BACA JUGA:Polres Lubuklinggau Gelar BELIDA Dukung Gerakan ASRI
Selain jenis beras dan takaran, rasa gurih pada ketupat sangat dipengaruhi oleh air rebusan. Untuk menghasilkan cita rasa yang meresap hingga ke dalam butiran beras, air perlu diberi tambahan garam secukupnya, santan kental, daun salam, dan serai yang dimemarkan. Kombinasi bahan ini memberikan aroma harum sekaligus rasa gurih alami.
BACA JUGA:Suasana Haru Iringi Pemakaman Korban Diduga Diterkam Harimau di Musi Rawas
Ketahanan ketupat juga menjadi perhatian penting saat Lebaran. Agar tidak cepat basi atau berlendir, beras harus dicuci hingga air benar-benar bening sebelum direndam. Setelah matang, ketupat wajib disiram dengan air dingin bersih untuk menghilangkan sisa pati yang menempel pada janur. Selanjutnya, ketupat digantung di tempat dengan sirkulasi udara baik hingga benar-benar tiris dan kering. Dengan cara ini, ketupat dapat bertahan 2–3 hari pada suhu ruang.
Bagi yang ingin memasak lebih praktis, penggunaan panci presto atau pressure cooker bisa menjadi solusi. Jika metode tradisional membutuhkan waktu 4–5 jam perebusan, dengan pressure cooker ketupat dapat matang sempurna dalam waktu sekitar 45–60 menit.
BACA JUGA:Sentuhan PHE Jambi Merang Ubah Singkong Jadi Sumber Harapan
BACA JUGA:Lewat Program SENJA KARSA, PEP Jambi Dukung Lansia Desa Kota Karang Jaga Asa Tetap Berdaya
Sumber: