Krisis Avtur Dampak Konflik Timur Tengah, Vietnam Kurangi Penerbangan Domestik
Krisis Avtur Dampak Konflik Timur Tengah, Vietnam Kurangi Penerbangan Domestik--NET
SILAMPARITV.CO.ID - Dampak konflik di Timur Tengah mulai merambah sektor penerbangan Asia Tenggara. Vietnam Airlines berencana mengurangi frekuensi penerbangan domestik sebagai respons atas keterbatasan pasokan bahan bakar pesawat (avtur).
Otoritas penerbangan sipil Vietnam menyatakan bahwa lonjakan harga bahan bakar jet terjadi sejak konflik di kawasan Timur Tengah berlangsung lebih dari tiga pekan terakhir. Kenaikan harga minyak global memicu kekhawatiran akan terganggunya ketersediaan avtur di dalam negeri.
BACA JUGA:Oposisi Israel Soroti Motif Politik di Balik Perpanjangan Konflik Timur Tengah
BACA JUGA:Konflik Timur Tengah Berlanjut, Maskapai Global Perpanjang Penghentian Penerbangan
Dalam pernyataan yang dikutip AFP pada Selasa (24/3/2026), Vietnam Airlines disebut akan memangkas sekitar 23 penerbangan domestik setiap pekan mulai 1 April mendatang.
“Terbatasnya pasokan bahan bakar aviasi (Jet A-1) akibat konflik di Timur Tengah telah menempatkan maskapai domestik pada risiko kekurangan bahan bakar, sehingga mendorong pengurangan penerbangan. Rute domestik utama dan penerbangan internasional tetap dipertahankan,” demikian keterangan otoritas setempat.
BACA JUGA:Ketegangan Memuncak, Iran Ancam Targetkan Fasilitas Air Usai Ultimatum AS
BACA JUGA:Tekanan Inflasi dan Konflik Global Picu Kejatuhan Harga Emas Dunia
Maskapai Siapkan Kenaikan Biaya
Selain mengurangi jadwal penerbangan, maskapai di Vietnam juga tengah mempertimbangkan penerapan biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) khususnya untuk rute internasional mulai April 2026.
Langkah ini diambil untuk menyesuaikan beban operasional yang meningkat akibat lonjakan harga avtur yang dipicu ketidakstabilan pasokan global.
BACA JUGA:Bolehkah Orang Tua Menggunakan Uang THR Anak? Ini Penjelasannya
BACA JUGA:Persiapan Mepet Jelang FIFA Series 2026, John Herdman Soroti Adaptasi Cepat Timnas Indonesia
Upaya Amankan Pasokan Energi
Untuk mengantisipasi krisis yang lebih dalam, pemerintah Vietnam telah menjajaki kerja sama dengan sejumlah negara pemasok energi seperti Qatar, Kuwait, Algeria, dan Jepang.
Selain itu, Vietnam juga menjalin kesepakatan dengan Rusia terkait kerja sama produksi minyak dan gas sebagai langkah jangka panjang menjaga ketahanan energi.
BACA JUGA:Kecelakaan Lalu Lintas Saat Lebaran 2026 Menurun, Fatalitas Turun Drastis
BACA JUGA:Memasuki Hari Ke-4 Idul Fitri, Antusiasme Kunjungan di Lapas Narkotika Muara Beliti Berangsur Reda
Dampak Meluas ke Kawasan dan Global
Krisis energi ini tidak hanya dirasakan di Vietnam. Di kawasan Asia Tenggara, Myanmar National Airlines juga telah membatalkan sejumlah penerbangan domestik, meski tidak merinci penyebabnya.
Sementara itu, maskapai asal Amerika Serikat, United Airlines, turut mengambil langkah penyesuaian dengan mengurangi kapasitas penerbangan. Kebijakan tersebut diambil seiring meningkatnya biaya bahan bakar jet yang diperkirakan masih akan terus naik selama konflik di kawasan Teluk belum mereda.
BACA JUGA:Kecelakaan Maut di Jalinsum Muratara, Satu Orang Meninggal Dunia
BACA JUGA:Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, Penyeberangan Sumatera–Jawa Tetap Lancar dan Terkendali
Tekanan Berlanjut di Industri Penerbangan
Sumber: