Harga BBM Naik, Mobil Listrik Kian Dilirik: Sudah Siapkah Digunakan Secara Luas?
Harga BBM Naik, Mobil Listrik Kian Dilirik: Sudah Siapkah Digunakan Secara Luas?--Net
SILAMPARITV.CO.ID - Lonjakan harga dan kekhawatiran pasokan bahan bakar minyak (BBM) di tengah ketegangan global kembali memicu perhatian terhadap kendaraan listrik sebagai alternatif transportasi di Indonesia. Di tengah kondisi tersebut, mobil listrik dinilai semakin relevan karena menawarkan efisiensi biaya dan ramah lingkungan.
Namun demikian, adopsi kendaraan listrik di Tanah Air masih belum merata. Sebagian masyarakat masih mempertanyakan kesiapan teknologi ini, terutama untuk penggunaan di luar kota-kota besar.
BACA JUGA:Hadapi TKA 2026, Siswa Diminta Perbanyak Simulasi dan Tetap Tenang
BACA JUGA:WFH Disalahgunakan, Mensos Ancam ASN Sanksi Berat hingga Pemecatan
Persepsi vs Realita Pengguna
Pendiri EVSafe sekaligus pengajar di National Battery Research Institute, Mahaendra Gofar, mengungkapkan bahwa keraguan masyarakat terhadap mobil listrik lebih banyak dipengaruhi oleh persepsi dibandingkan pengalaman nyata pengguna.
Ia menjelaskan, kekhawatiran umum biasanya berkaitan dengan jarak tempuh, ketersediaan stasiun pengisian daya, hingga layanan purna jual.
Padahal, menurutnya, sebagian besar tantangan tersebut kini sudah dapat diatasi dengan cara yang relatif sederhana.
“Sebagian besar pengguna kendaraan listrik di Indonesia justru mengisi daya di rumah, sehingga tidak terlalu bergantung pada stasiun pengisian publik,” ujarnya.
BACA JUGA:Viral Susu Program MBG Dijual di Minimarket, Harga Rp4 Ribu Picu Pertanyaan Publik
BACA JUGA:Nasi Merah vs Nasi Putih untuk Diet: Mana yang Lebih Efektif Turunkan Berat Badan?
Infrastruktur dan Jarak Tempuh Memadai
Di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, hingga Medan, infrastruktur kelistrikan dinilai sudah cukup untuk mendukung pengisian daya di rumah.
Pengisian daya semalaman umumnya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan mobilitas selama beberapa hari ke depan.
Sumber: