WFH Pasca Lebaran Diterapkan, Pemerintah Targetkan Hemat BBM hingga 20 Persen
WFH Pasca Lebaran Diterapkan, Pemerintah Targetkan Hemat BBM hingga 20 Persen--NET
SILAMPARITV.CO.ID - Pemerintah memastikan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) akan mulai diterapkan setelah perayaan Idul Fitri. Langkah ini diambil sebagai strategi penghematan energi di tengah kenaikan harga minyak dunia.
BACA JUGA:“Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa” Hadirkan Teror Emosional, Kisah Dendam yang Menyayat Hati
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa aturan WFH akan segera dirinci dan diberlakukan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), serta dianjurkan untuk sektor swasta.
“WFH akan didetailkan. Tetapi sesudah Lebaran kita akan berlakukan. Untuk ASN maupun imbauan untuk swasta. Tetapi bukan yang bekerja di sektor pelayanan publik,” ujar Airlangga usai salat Id di Jakarta.
BACA JUGA:BTS Cetak Sejarah Lewat Album “Arirang”, Tembus Jutaan Penjualan dan Kuasai Tangga Lagu Global
BACA JUGA:Ketupat Lebaran Empuk dan Pulen: Resep Lengkap hingga Tips Penyimpanan Agar Tahan Lama
Ia menegaskan, kebijakan ini hanya berlaku satu hari dalam sepekan. Pemerintah juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Dalam Negeri guna memastikan implementasi berjalan efektif.
Di kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa kebijakan WFH berpotensi memberikan efisiensi signifikan terhadap konsumsi energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM).
“Ada hitungan kasar sekali … WFH bisa menghemat kira-kira 20 persen penggunaan BBM,” ujarnya.
BACA JUGA:Idul Fitri di Balik Jeruji, Lapas Narkotika Muara Beliti Hadirkan Nuansa Kebersamaan
BACA JUGA:Idul Fitri Penuh Harapan, Warga Binaan Lapas Narkotika Muara Beliti Terima Remisi Khusus
Menurut Purbaya, penerapan WFH hanya satu hari dalam sepekan bertujuan menjaga keseimbangan antara fleksibilitas kerja dan produktivitas. Ia menilai jika terlalu sering dilakukan, justru berpotensi menurunkan efektivitas kerja.
“Nanti libur terus, nanti enggak kerja-kerja. WFH itu ada hal-hal yang tidak bisa dikerjakan dengan baik,” tambahnya.
BACA JUGA:Rumah Makan Singgalang Jaya Buka Spesial Untuk Rombongan Pulang Basamo IKMAL
Ia juga menyoroti potensi dampak positif lainnya. Jika WFH diterapkan pada hari Jumat, misalnya, maka akan tercipta akhir pekan panjang dari Jumat hingga Minggu. Kondisi ini dinilai bisa mendorong aktivitas rumah tangga sekaligus memberikan stimulus ringan bagi sektor pariwisata.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam sidang kabinet di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3), telah mendorong langkah penghematan BBM, termasuk opsi penerapan WFH sebagai respons terhadap tekanan global.
BACA JUGA:Idul Fitri 1447 H, Bupati Musi Rawas Serukan Persatuan dan Stabilitas Daerah
BACA JUGA:Jalinteng Lubuklinggau–Betung Ramai, Arus Mudik Lancar Tanpa Kemacetan
Menurutnya, pengalaman saat pandemi COVID-19 menunjukkan bahwa sistem kerja dari rumah mampu meningkatkan efisiensi dan menghemat energi dalam jumlah besar.
“Dulu kita atasi COVID, berhasil. Banyak bekerja dari rumah, efisiensi, berarti kita menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar,” ujar Prabowo.
BACA JUGA:Oknum DPRD Bengkulu Diduga Terjaring Narkoba, Klarifikasi BNNP Bengkulu dan Polda Bengkulu Ditunggu
Kebijakan serupa juga telah diterapkan di berbagai negara sebagai respons terhadap ketidakpastian global. Di Thailand, pemerintah meminta pegawai negeri bekerja dari rumah serta mengatur penggunaan listrik, termasuk pembatasan lift dan pengaturan suhu AC di kisaran 26–27 derajat Celsius.
Sumber: