Kronologi Tabrakan KRL vs KA Argo Bromo Anggrek yang Gegerkan Bekasi Timur
Kronologi Tabrakan KRL vs KA Argo Bromo Anggrek yang Gegerkan Bekasi Timur--ist
SILAMPARITV.CO.ID - Insiden kecelakaan kereta api terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin malam (27/04/2026). Tabrakan melibatkan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek. Peristiwa tragis tersebut menyebabkan tujuh orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
BACA JUGA:Poco C81 Pro Meluncur Global, Baterai Lebih Besar dan Storage Hingga 256 GB
BACA JUGA:Kasus Daycare DIY Jadi Sorotan, Puluhan Persen Tempat Penitipan Anak Belum Berizin
Hingga Selasa pagi (28/04/2026), tim gabungan dari Basarnas, petugas medis, TNI, Polri, dan PT KAI masih melakukan proses evakuasi korban dari gerbong KRL yang mengalami kerusakan paling parah. Tiga penumpang yang sebelumnya terjepit berhasil dikeluarkan dari dalam rangkaian kereta dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk penanganan intensif.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa seluruh korban meninggal maupun luka-luka merupakan penumpang KRL. Sementara seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
BACA JUGA:Gibran Soroti Keamanan Pangan MBG, Dorong Percepatan Program hingga Wilayah 3T
BACA JUGA:Aksi Jambret di Musi Rawas Berakhir Penangkapan, Satu Pelaku Dilumpuhkan Polisi
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan awal, peristiwa bermula saat sebuah taksi tertemper KRL di perlintasan sebidang dekat Stasiun Bekasi Timur sekitar pukul 20.40 WIB. Akibat kejadian itu, jalur rel mengalami gangguan dan salah satu rangkaian KRL tertahan di area stasiun.
Di saat bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek rute Gambir-Surabaya datang dari arah belakang dan menghantam rangkaian KRL yang sedang berhenti. Benturan keras menyebabkan bagian belakang KRL hancur berat, terutama gerbong khusus wanita yang berada di posisi paling akhir.
Sejumlah saksi mata menyebut tabrakan terjadi sangat cepat dan membuat penumpang panik. Banyak penumpang berteriak histeris serta berusaha menyelamatkan diri melalui pintu dan jendela kereta.
BACA JUGA:Teknologi Walking Rig Percepat Pengeboran Sumur Migas di PALI, Tuntas 38 Hari
BACA JUGA:Heboh! Dua Terduga Culik Anak Ditangkap Warga di Rejang Lebong, Satu Tewas
Korban dan Penanganan
Sumber: