Terlalu Lama di Depan Gadget, Perkembangan Anak Terancam Terganggu
Terlalu Lama di Depan Gadget, Perkembangan Anak Terancam Terganggu--Net
SILAMPARITV.CO.ID - Penggunaan media digital yang semakin masif di kalangan anak-anak dinilai mulai berdampak pada proses tumbuh kembang mereka. Psikolog dari Biro Marsha Puntadewa Medan, Dr. Sunarto, mengungkapkan bahwa anak usia 6 hingga 17 tahun memiliki tahapan perkembangan penting yang tidak boleh terabaikan akibat terlalu sering terpapar gadget.
BACA JUGA:Polisi Bekuk Pelaku Perkelahian Berdarah yang Tewaskan Duda di Lubuklinggau
BACA JUGA:Dugaan Pemerasan ASN di Muratara Terbongkar, Penetapan Tersangka Belum Ada
Menurutnya, anak usia 6 sampai 12 tahun seharusnya aktif mengembangkan kemampuan fisik, belajar bekerja sama dengan teman sebaya, serta membangun konsep diri dan nilai moral. Sementara itu, pada fase remaja, anak mulai memasuki tahap pembentukan identitas diri, kemandirian emosional, hingga tanggung jawab sosial.
BACA JUGA:Arhan Ukir Sejarah! Lulusan Pertama Udinus dengan Ijazah Blockchain di Indonesia
BACA JUGA:Viral! Enam Pemuda Asal Muratara Terjebak di Kamboja, Minta Bantuan Dipulangkan
Sunarto menegaskan bahwa setiap anak memiliki tugas perkembangan yang harus dijalani sebagai bekal menghadapi kehidupan di masa depan, mulai dari aspek fisik hingga kemampuan bersosialisasi dan bersikap dewasa.
Namun, ia menilai penggunaan media sosial dan media digital yang berlebihan justru menghambat proses tersebut. Anak cenderung lebih banyak menghabiskan waktu di depan layar, kurang bergerak, serta minim interaksi sosial secara langsung.
BACA JUGA:Geger! CCTV Rekam Aksi yang Tewaskan Pendi di Lubuklinggau
BACA JUGA:Honda NS150ES Gabungkan Gaya Sporty dan Fungsional ala PCX-Vario
Kondisi ini dikhawatirkan dapat membuat anak kurang siap menghadapi tantangan di masa depan yang menuntut kesiapan fisik dan mental. Kurangnya aktivitas fisik juga berpotensi melemahkan daya tahan tubuh anak.
BACA JUGA:Honda NS150ES Gabungkan Gaya Sporty dan Fungsional ala PCX-Vario
Selain berdampak pada aspek fisik, paparan media digital juga disebut dapat memengaruhi perilaku dan moral. Konten yang menampilkan gaya hidup glamor, penggunaan bahasa tidak santun, hingga perilaku yang tidak sesuai usia dinilai mudah ditiru oleh anak-anak yang belum memiliki kontrol diri yang matang.
BACA JUGA:Waspada Sejak Dini, Perubahan Urine Ini Bisa Jadi Sinyal Gangguan Ginjal
Sumber: