Waspada Modus Penipuan Berkedok Affiliate, Jangan Mudah Tergiur Komisi Besar

Waspada Modus Penipuan Berkedok Affiliate, Jangan Mudah Tergiur Komisi Besar

Waspada Modus Penipuan Berkedok Affiliate, Jangan Mudah Tergiur Komisi Besar--Net

SILAMPARITV.CO.ID - Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya modus penipuan yang mengatasnamakan program afiliasi (affiliate) dengan iming-iming penghasilan tambahan dan komisi besar.

Pelaku biasanya mencatut nama program afiliasi milik berbagai platform e-commerce, salah satunya Shopee, untuk meyakinkan calon korban. Modus ini banyak menyasar pengguna media sosial dan aplikasi percakapan yang sedang mencari peluang pekerjaan sampingan.

BACA JUGA:Begal Jalur Binduriang Dibekuk Saat Menginap di Hotel, Polisi Masih Buru Rekan Pelaku

BACA JUGA:Diduga Langgar UU ITE, Akun Facebook Dilaporkan Owner Linggau Keramik ke Polres Lubuklinggau

Dalam praktiknya, penipuan sering diawali dengan pengiriman pesan melalui aplikasi chat atau media sosial yang menawarkan pekerjaan sebagai affiliate. Korban kemudian diminta melakukan sejumlah tugas sederhana seperti memberikan tanda suka (like), menulis komentar, atau membeli produk tertentu.

Setelah korban mengikuti instruksi awal, pelaku mulai meminta korban mentransfer sejumlah uang dengan berbagai alasan, seperti deposit, biaya pendaftaran, atau untuk membuka akses ke tugas selanjutnya. Korban dijanjikan pengembalian dana disertai komisi yang lebih besar dari jumlah uang yang telah dikirim.

BACA JUGA:Manfaatkan Lahan, Lapas Narkotika Muara Beliti Giatkan Penanaman Timun

BACA JUGA:Toyota Land Cruiser FJ Resmi Meluncur di Thailand, SUV Kompak Siap Mendunia

Dalam beberapa kasus, pelaku juga menampilkan materi promosi yang terlihat meyakinkan. Misalnya dengan menawarkan program “VIP affiliate” lengkap dengan tabel perhitungan keuntungan dan skema komisi yang tampak profesional. Bahkan, tidak jarang pelaku menyertakan logo lembaga atau instansi resmi untuk menambah kesan kredibel, meskipun informasi tersebut sebenarnya tidak benar.

BACA JUGA:Timnas Indonesia Siap Tampil di FIFA Matchday Maret 2026, Debut Pelatih Baru Jadi Sorotan

BACA JUGA:Lonjakan Arus Balik Lebaran 1447 H, Ribuan Kendaraan Padati Tol Terpeka

Padahal, program afiliasi resmi pada platform e-commerce umumnya tidak memungut biaya pendaftaran. Pengguna dapat bergabung secara gratis dan memperoleh komisi dari setiap transaksi yang terjadi melalui tautan promosi yang mereka bagikan.

Beberapa ciri penipuan yang perlu diwaspadai masyarakat antara lain adanya permintaan pembayaran di awal seperti deposit atau biaya pendaftaran, janji keuntungan besar dalam waktu singkat yang tidak realistis, serta komunikasi yang dilakukan di luar platform resmi melalui aplikasi pesan instan atau media sosial.

BACA JUGA:Penyesuaian Sistem Kerja ASN Lubuk Linggau Selama Nyepi dan Idul Fitri 2026

BACA JUGA:4 Parfum Terjangkau di Alfamart dengan Aroma Segar dan Tahan Lama

Masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah tergiur dengan tawaran yang terdengar terlalu menguntungkan. Selain itu, hindari membagikan data pribadi seperti kode OTP kepada pihak yang tidak dikenal.

Jika menerima tawaran serupa, masyarakat disarankan untuk terlebih dahulu melakukan verifikasi melalui layanan pelanggan resmi yang tersedia di dalam aplikasi platform terkait guna memastikan kebenaran informasi tersebut.

BACA JUGA:10 Ide Bisnis Menguntungkan Setelah Lebaran untuk Ibu Rumah Tangga, Mudah dan Kreatif

BACA JUGA:Polres Rejang Lebong Tertibkan Judi Dadu, Pelaku Kabur Saat Digerebek

 

Peningkatan literasi digital dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah masyarakat terjebak dalam berbagai modus penipuan daring yang terus berkembang seiring meningkatnya aktivitas di ruang digital.

Sumber: