Proyek Sekolah Rakyat Dipacu, Nindya Karya Tambah 700 Pekerja dan Terapkan Sistem Double Shift

Proyek Sekolah Rakyat Dipacu, Nindya Karya Tambah 700 Pekerja dan Terapkan Sistem Double Shift

Proyek Sekolah Rakyat Dipacu, Nindya Karya Tambah 700 Pekerja dan Terapkan Sistem Double Shift--Net

SILAMPARITV.CO.ID - Percepatan pembangunan Sekolah Rakyat terus dilakukan di sejumlah daerah sebagai bagian dari program prioritas pemerintah. PT Nindya Karya (Persero) mengambil langkah strategis dengan menambah sekitar 700 tenaga kerja serta menerapkan sistem kerja double shift guna mengejar target penyelesaian proyek.

BACA JUGA:Harga BBM Non-Subsidi Kembali Disesuaikan, Pertamax Turbo hingga Dex Tembus Rp27 Ribu per Liter

BACA JUGA:Komitmen Perlindungan Menguat, Prabowo Siapkan BPJS Kesehatan dan Daycare untuk Ojol

Langkah ini dilakukan untuk memastikan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Takalar dan Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dapat selesai tepat waktu. Proyek tersebut merupakan bagian dari program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia serta perluasan akses pendidikan gratis.

BACA JUGA:Kematian Dokter Internship di Jambi Picu Sorotan Nasional, Isu Eksploitasi hingga Keselamatan Kerja

BACA JUGA:Panduan Memilih Hewan Kurban yang Sehat dan Sah, Perhatikan Aspek Syariat dan Medis

Komisaris Utama Nindya Karya, Michael Umbas, menegaskan bahwa proyek ini harus dikerjakan secara maksimal karena berdampak langsung bagi masyarakat. Ia menekankan pentingnya penanganan cepat terhadap setiap kendala di lapangan melalui koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Setiap kendala harus direspons terbuka, dikoordinasikan dengan seluruh stakeholder, dan diselesaikan dengan solusi yang tepat. Target penyelesaian harus tetap dijaga,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (4/5/2026).

BACA JUGA:Bocah 9 Tahun di Lebong Jadi Korban Kekerasan, Pelaku Tetangga Diamankan Polisi

BACA JUGA:Polsek Lubuk Linggau Barat Bekuk Pelaku Curat Kurang dari 12 Jam

Untuk memastikan progres berjalan sesuai rencana, Umbas juga melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek di Takalar dan Makassar pada Sabtu (2/5). Peninjauan ini mencakup evaluasi aspek kualitas konstruksi, tata kelola proyek, hingga penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Secara teknis, pembangunan Sekolah Rakyat di kedua wilayah meliputi berbagai pekerjaan, mulai dari manajemen keselamatan konstruksi, persiapan lahan, pekerjaan struktur dan arsitektur, hingga instalasi mekanikal, elektrikal, plumbing, serta penyediaan furnitur.

BACA JUGA:Peredaran Narkoba Digagalkan, 150 Pil Ekstasi Disita di Musi Rawas

BACA JUGA:Guru Asal Musi Rawas Jadi Korban Curas di Rejang Lebong, Rugi Puluhan Juta

Sumber: