Klaim Brokoli “Antikanker 200%” Viral, Ini Fakta Ilmiah di Baliknya

Klaim Brokoli “Antikanker 200%” Viral, Ini Fakta Ilmiah di Baliknya

Klaim Brokoli “Antikanker 200%” Viral, Ini Fakta Ilmiah di Baliknya--Net

SILAMPARITV.CO.ID - Brokoli kembali menjadi perbincangan setelah beredar klaim di media sosial yang menyebut sayuran hijau ini memiliki efek “antikanker hingga 200 persen”. Klaim tersebut terdengar meyakinkan, mengingat brokoli memang dikenal sebagai makanan kaya nutrisi yang sering dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan.

BACA JUGA:Strain Yamagata Hilang dari Peredaran, Vaksin Influenza Kini Beralih ke Trivalen

Namun, para ahli menegaskan bahwa angka tersebut tidak memiliki dasar ilmiah yang jelas. Dalam dunia penelitian, tidak dikenal istilah “persentase antikanker” seperti yang ramai beredar di publik.

Sejumlah studi memang menunjukkan bahwa brokoli mengandung senyawa bioaktif seperti sulforaphane yang berpotensi membantu melindungi sel dari kerusakan. Meski demikian, peningkatan kandungan senyawa ini tidak bisa langsung diartikan sebagai peningkatan efek pencegahan atau pengobatan kanker dalam bentuk angka tertentu.

BACA JUGA:Partisipasi TKA SD 2026 Tembus 98 Persen, Kemendikdasmen Sebut Bukti Kesiapan Pendidikan

BACA JUGA:Santunan Rp 435 Juta untuk Korban KA Bekasi, Pemerintah Tegaskan Pentingnya Jaminan Sosial

Asal-usul klaim yang disalahartikan

Klaim “antikanker 200 persen” diduga berasal dari salah tafsir terhadap hasil penelitian laboratorium. Salah satu studi yang dipublikasikan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry oleh Wu et al. (2018) menemukan bahwa teknik tertentu, seperti memotong dan mendiamkan brokoli sebelum dimasak, dapat meningkatkan pembentukan senyawa isothiocyanate—termasuk sulforaphane—hingga sekitar 2–3 kali lipat.

Namun, penting dipahami bahwa peningkatan tersebut hanya merujuk pada kadar senyawa aktif, bukan pada efek langsung dalam mencegah atau mengobati kanker. Ketika angka “2–3 kali lipat” ini disederhanakan tanpa konteks, muncullah interpretasi keliru seperti “200 persen lebih efektif”, yang kemudian menyebar luas di media sosial.

BACA JUGA:Sungai Meluap, Delapan Pelajar SMAN 1 Lebong Terseret Arus, Tiga Meninggal

BACA JUGA:PLN Teken PJBTL Terbesar untuk Data Center di Indonesia, Siap Pasok Listrik 511 MVA ke DayOne

Potensi sulforaphane dalam pencegahan kanker

Di balik klaim yang berlebihan, brokoli tetap memiliki nilai gizi yang penting. Senyawa sulforaphane yang terkandung di dalamnya telah banyak diteliti karena potensinya dalam mendukung pencegahan kanker.

Salah satu kajian berjudul “Sulforaphane: A Broccoli Bioactive Phytocompound in Cancer Prevention” (2021) yang tersedia di PubMed Central menyebutkan bahwa sulforaphane dapat membantu mengaktifkan enzim detoksifikasi, mengurangi peradangan, serta melindungi sel dari kerusakan.

Sumber: