Ngadiono, Korban Selamat Bus ALS, Jalani Perawatan di RS Bhayangkara Palembang

Ngadiono, Korban Selamat Bus ALS, Jalani Perawatan di RS Bhayangkara Palembang

Ngadiono, Korban Selamat Bus ALS, Jalani Perawatan di RS Bhayangkara Palembang--ist

SILAMPARITV.CO.ID - Salah satu korban selamat dalam kecelakaan maut bus Antar Lintas Sumatera (ALS) di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, akhirnya dirujuk ke Palembang menggunakan helikopter untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

BACA JUGA:Bus ALS Vs Truk Tangki di Muratara, Korban Jiwa Bertambah Menjadi 17

BACA JUGA:BULOG Garda Terdepan Ketahanan Pangan Nasional, Wujudkan Akses Pangan Terjangkau dan Stabil untuk Masyarakat

Korban bernama Ngadiono (44), warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah, tiba di Rumah Sakit Bhayangkara M Hasan Palembang pada Jumat (8/5/2026). Ia mengalami luka bakar cukup serius hingga mencapai sekitar 50 persen di bagian tubuhnya.

Sebelumnya, Ngadiono sempat menjalani perawatan intensif serta tindakan operasi di RSUD Rupit, Muratara. Karena kondisi medis yang membutuhkan penanganan lebih lanjut dan cepat, proses evakuasi dilakukan melalui jalur udara.

BACA JUGA:SMA Negeri 1 Lubuklinggau Terpanggil Menjadi Pelopor “Gerakan Sekolah Hijau”, Wagub Sumsel Beri Apresiasi

BACA JUGA:Pemkab Musi Rawas Bangun Ratusan Rumah Tidak Layak Huni Tahun 2026

Kepala RS Bhayangkara M Hasan Palembang, Kombes Pol Budi Susanto, mengatakan penggunaan helikopter dipilih demi mempercepat proses rujukan sekaligus mempertimbangkan kondisi korban.

“Karena pertimbangan medis, hanya Ngadi yang memungkinkan dievakuasi menggunakan helikopter. Sementara dua korban lainnya direncanakan dibawa melalui jalur darat,” ujar Budi.

BACA JUGA:Bupati Ratna Machmud Lepas 103 Jamaah Calon Haji Musi Rawas Tahun 2026, Pesan Jaga Kesehatan dan Kekompakan

BACA JUGA:Kemenkes Ungkap Voice Note Terakhir dr. Myta, Menkes Tegaskan Dokter Internship Bukan Tenaga Pengganti

Dua korban lain yang juga selamat dalam tragedi tersebut yakni Jumiatun (35) dan Muhammad Fahrul Hubaidi (31). Keduanya mengalami luka bakar sangat parah hingga mencapai 90 persen sehingga tidak memungkinkan untuk diterbangkan.

Pihak RS Bhayangkara memastikan seluruh fasilitas dan tim medis telah disiapkan untuk menangani para korban kecelakaan maut tersebut.

“Kami akan memberikan penanganan maksimal kepada seluruh korban selamat hingga kondisi mereka membaik,” tambahnya.

Sumber: