Bursa Saham Asia Berguguran, Saham Teknologi dan Semikonduktor Kompak Anjlok
--
SILAMPARITV.CO.ID - Pasar saham Asia Pasifik dibuka melemah pada perdagangan Kamis, dipicu aksi jual besar-besaran di sektor teknologi dan semikonduktor yang sebelumnya menjadi motor penguatan pasar.
Indeks KOSPI Korea Selatan memimpin pelemahan dengan penurunan lebih dari 7 persen, disusul Nikkei 225 Jepang yang terkoreksi lebih dari 3 persen. Sementara itu, indeks saham di Shanghai, Singapura, dan Australia juga bergerak di zona merah.
BACA JUGA:ICCF 2026 Perkuat Kolaborasi Indonesia-Tiongkok Tingkatkan Penanganan Kanker Modern
Tekanan terbesar datang dari saham-saham perusahaan semikonduktor. SK Hynix anjlok lebih dari 9 persen, sementara Samsung Electronics turun lebih dari 7 persen. Pelemahan juga terjadi pada sejumlah perusahaan teknologi lainnya seperti Seoul Semiconductor, LG Innotek, dan Samsung SDI.
BACA JUGA:Viral! China Kerahkan Drone Canggih dan Jembatan Lipat Otomatis untuk Evakuasi Korban Banjir Bandang
Di Jepang, saham perusahaan teknologi seperti Advantest, SoftBank Group, Tokyo Electron, hingga Renesas Electronics ikut mengalami penurunan tajam.
Sentimen negatif ini dipicu oleh aksi jual yang lebih dulu terjadi di Wall Street, di mana saham-saham semikonduktor Amerika Serikat seperti Micron Technology, Intel, Lam Research, dan Advanced Micro Devices (AMD) mengalami penurunan signifikan.
BACA JUGA:Raymond Chin: Gemini AI Bantu Saya Terhindar dari Masalah Hukum Saat Membuat Konten
Analis menilai pelemahan dipengaruhi meningkatnya kekhawatiran terhadap prospek industri kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Selain itu, keputusan Pemerintah Negara Bagian New York yang menghentikan sementara pembangunan pusat data skala besar demi menyusun regulasi lingkungan yang lebih ketat turut menambah tekanan terhadap sektor teknologi.
BACA JUGA:China Pecahkan Rekor 'Matahari Buatan', Targetkan Listrik dari Fusi Nuklir pada 2030
Meski sejumlah perusahaan, termasuk produsen peralatan chip asal Belanda ASML, masih membukukan kinerja positif, investor mulai melakukan aksi ambil untung setelah reli panjang saham-saham AI dan semikonduktor dalam beberapa waktu terakhir.
Pelaku pasar kini mencermati apakah koreksi ini hanya bersifat sementara atau menjadi awal dari fase penyesuaian valuasi saham teknologi global yang selama ini diperdagangkan pada level tinggi.
Sumber: