Komstir Motor Cepat Rusak? Ternyata Ini Penyebab yang Sering Diabaikan Pengendara
--
SILAMPARITV.CO.ID - Komstir merupakan salah satu komponen penting pada sepeda motor yang berfungsi menjaga pergerakan setang tetap halus, stabil, dan nyaman saat dikendarai. Namun, banyak pemilik motor mengeluhkan komstir cepat rusak tanpa mengetahui penyebab utamanya.
BACA JUGA:BYD Pamer Teknologi Suspensi Canggih, Denza B8 Flash Charge Edition Bisa Jalan dengan Tiga Roda!
BACA JUGA:Motor Listrik Omo-X Segera Mengaspal di Indonesia, Harga Pre-Order Mulai Rp 35 Jutaan
Menurut praktisi bengkel spesialis komstir, kerusakan komstir tidak hanya dipengaruhi usia pakai, tetapi juga kebiasaan penggunaan sehari-hari. Motor yang sering melintasi jalan berlubang, jalan rusak, atau digunakan dengan gaya berkendara yang kasar akan membuat komstir menerima beban lebih besar sehingga mempercepat keausan.
BACA JUGA:Pasar Mobil Listrik Indonesia Kian Moncer, Penjualan EV Tembus Rekor Baru di 2026
BACA JUGA:Hongqi Siap Masuk Indonesia, Ini Sejarah Brand Mobil Legendaris Asal China
Selain itu, membawa muatan berlebih juga dapat meningkatkan tekanan pada sistem kemudi dan memperpendek usia pakai komstir. Tidak hanya itu, air dan kotoran juga menjadi faktor yang sering diabaikan pemilik kendaraan.
BACA JUGA:Pemerintah Siapkan Insentif Baru Mobil Listrik 2026, Harga Diprediksi Turun Puluhan Juta
BACA JUGA:Indomobil Siapkan Produksi Lokal Mobil Listrik Leapmotor, Siap Meluncur di GIIAS 2026
Cipratan air hujan, genangan, maupun air saat mencuci motor dapat masuk ke area komstir dan mengurangi efektivitas pelumas atau grease di dalamnya. Ketika pelumas mengering, gesekan antar komponen akan meningkat sehingga menyebabkan keausan lebih cepat dan berpotensi menimbulkan kerusakan.
BACA JUGA:Mobil Keluarga 7 Penumpang Masih Diburu, Harga Toyota Avanza Bekas Tahun 2009 Mulai Rp. 80 Jutaan
BACA JUGA:BYD Klarifikasi Insiden Kebakaran di Pabrik Subang, Tidak Ada Korban Jiwa
Karena itu, pengendara disarankan untuk melakukan pemeriksaan serta perawatan komstir secara berkala, terutama jika motor sering digunakan di jalan rusak, menerjang hujan, atau membawa beban berat. Perawatan rutin dapat menjaga kenyamanan berkendara sekaligus mencegah kerusakan yang lebih serius pada sistem kemudi dan kaki-kaki motor.
Sumber: