SILAMPARITV.CO.ID - Cuaca ekstrem yang melanda Kota Padang, Sumatera Barat pada Jumat (14/6/2024) sore hingga malam telah menimbulkan berbagai dampak yang cukup signifikan bagi masyarakat setempat.
Hujan deras yang disertai angin kencang telah menyapu sebagian besar kawasan ibu kota Sumbar tersebut, meninggalkan kerusakan dan kesulitan bagi warga yang terkena dampaknya. Informasi yang diterima dari Sumbarkita, media lokal, menunjukkan bahwa peristiwa ini menyebabkan sejumlah pohon tumbang, serta merusak sebagian infrastruktur kawasan tersebut. Salah satu lokasi yang terdampak paling parah adalah di Belimbing Korong Gadang, Jalan Raya Kelok Kuranji, Kecamatan Kuranji. Dampaknya tidak hanya terbatas pada kerusakan fisik, tetapi juga menyebabkan pemadaman listrik, meningkatkan risiko keselamatan masyarakat yang tinggal di sekitar area terdampak. BACA JUGA:Mau Liburan? Simak 8 Tempat Wisata di Bandar Lampung yang Patut Dikunjungi Salah seorang warga, Rahman, yang berada di lokasi saat kejadian, menyampaikan kepada Sumbarkita bahwa kondisi tersebut turut mengakibatkan mati lampu, menambah kerumitan dalam menangani situasi tersebut. Menyadari Ancaman Cuaca Ekstrem Ketika cuaca ekstrem melanda, perlu diakui bahwa kita tidak bisa menghindar sepenuhnya dari dampaknya. Namun, yang dapat kita kendalikan adalah bagaimana kita meresponsnya. Ini adalah panggilan bagi kita semua untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kesadaran akan potensi bahaya yang mungkin terjadi saat cuaca ekstrem melanda. Dengan perubahan iklim yang semakin tidak terduga, kejadian cuaca ekstrem menjadi semakin umum. Dari banjir hingga badai, kita sering kali melihat dampaknya yang merusak. Oleh karena itu, penting untuk memiliki perencanaan darurat yang solid dan dilakukan secara kolektif. Langkah Konkret dalam Menghadapi Bencana BACA JUGA:Waspada Sejak Oktober 2023, Gunung Slamet Berpotensi Meletus Peningkatan Kesadaran Masyarakat: Salah satu langkah awal yang dapat diambil adalah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya cuaca ekstrem dan bagaimana cara bertindak saat situasi darurat terjadi. Pendidikan dan sosialisasi tentang evakuasi darurat, penggunaan peralatan keselamatan, dan langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil sebelum cuaca ekstrem terjadi sangat penting. Perencanaan Darurat yang Efektif: Pemerintah setempat harus memastikan bahwa mereka memiliki rencana darurat yang terstruktur dengan baik dan dapat diimplementasikan dengan cepat saat dibutuhkan. Ini termasuk alokasi sumber daya yang memadai, koordinasi antarinstansi, dan pembaruan terus-menerus terhadap rencana tersebut sesuai dengan perubahan kondisi cuaca dan pola bencana. Penguatan Infrastruktur: Investasi dalam infrastruktur yang tahan terhadap bencana merupakan langkah penting dalam mengurangi kerentanan terhadap dampak cuaca ekstrem. Pembangunan tanggul banjir, perbaikan jaringan listrik, dan pemeliharaan pohon di pinggir jalan adalah beberapa contoh tindakan yang dapat dilakukan untuk meminimalkan kerusakan akibat cuaca ekstrem. Kolaborasi Antarlembaga: Tidak ada satu entitas pun yang dapat menghadapi bencana secara mandiri. Kolaborasi antarlembaga, termasuk pemerintah, LSM, dan sektor swasta, sangat penting dalam memastikan respons yang efektif dan terkoordinasi terhadap bencana alam. BACA JUGA:Wi-Fi 7 Senjata Baru Telkomsel Kalahkan Kecepatan Internet Starlink Kerja sama ini juga memungkinkan penggunaan sumber daya yang lebih luas dan pemantauan yang lebih baik terhadap kondisi cuaca dan potensi ancaman. Menggalang Dukungan Bersama Dalam menghadapi bencana alam, solidaritas dan dukungan bersama adalah kunci untuk memulihkan dan membangun kembali komunitas yang terkena dampak. Warga, pemerintah, dan berbagai pihak terkait harus bersatu untuk memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan, serta melakukan langkah-langkah preventif untuk mengurangi risiko di masa depan. Kita tidak boleh menunggu sampai bencana melanda untuk bertindak. Sebaliknya, kita harus proaktif dalam mempersiapkan diri dan komunitas kita menghadapi tantangan yang mungkin terjadi di masa depan. BACA JUGA:Berapa Hari Cuti Bersama Idul Adha 2024? Simak Disini! Dengan langkah-langkah yang tepat dan kolaborasi yang kuat, kita dapat meminimalkan dampak dari cuaca ekstrem dan menjaga keamanan serta kesejahteraan masyarakat kita.Menghadapi Bencana Alam Langkah Bersama dalam Mengatasi Dampak Cuaca Ekstrem di Kota Padang, Sumatera Barat
Sabtu 15-06-2024,17:30 WIB
Reporter : Valentino Fernan
Editor : Rizty Ria Anggraini
Kategori :
Terkait
Rabu 07-01-2026,14:19 WIB
Respon Cepat IKM dan Dinsos Pulangkan Warga Agam ke Kampung Halaman
Kamis 18-12-2025,10:15 WIB
Penggerebekan Oknum Guru di Padang Ehem-ehem Sesama Jenis di Toilet Masjid
Kamis 18-12-2025,08:48 WIB
Kementerian ESDM, SKK Migas dan KKKS Terus Menyalurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh, Sumut dan Sumbar
Rabu 10-12-2025,09:53 WIB
YBM PLN UID S2JB Kirim Relawan dan Logistik ke Aceh, Sumut, dan Sumbar untuk Bantu Korban Banjir
Senin 01-12-2025,18:07 WIB
PLN UID S2JB Kirim Tim Teknik untuk Percepatan Pemulihan Listrik Korban Bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar
Terpopuler
Sabtu 21-02-2026,08:25 WIB
Isu Perselingkuhan Pejabat Eks-Camat dan Guru PPPK Mengemuka di Bengkulu
Jumat 20-02-2026,20:11 WIB
Dari Balik Jeruji, Lahir Tas Kreatif Karya Warga Binaan
Sabtu 21-02-2026,12:17 WIB
Bangun SDM Unggul, Lapas Narkotika Muara Beliti Laksanakan Sosialisasi Peningkatan Kapasitas
Sabtu 21-02-2026,12:25 WIB
Melintas Sambil Mengumpat Polisi, Enam Remaja Diduga Pelaku Tawuran Diamankan Polsek Lubuklinggau Selatan
Sabtu 21-02-2026,12:00 WIB
Rasakan Sensasi Berbuka Puasa yang Berbeda di WE HOTEL Lubuklinggau
Terkini
Sabtu 21-02-2026,12:25 WIB
Melintas Sambil Mengumpat Polisi, Enam Remaja Diduga Pelaku Tawuran Diamankan Polsek Lubuklinggau Selatan
Sabtu 21-02-2026,12:17 WIB
Bangun SDM Unggul, Lapas Narkotika Muara Beliti Laksanakan Sosialisasi Peningkatan Kapasitas
Sabtu 21-02-2026,12:00 WIB
Rasakan Sensasi Berbuka Puasa yang Berbeda di WE HOTEL Lubuklinggau
Sabtu 21-02-2026,08:25 WIB
Isu Perselingkuhan Pejabat Eks-Camat dan Guru PPPK Mengemuka di Bengkulu
Jumat 20-02-2026,20:11 WIB