Pemdes Minta Warga Ngungsi karena Sound Horeg Saat Karnaval, Viral dan Kontroversial.

Kamis 24-07-2025,12:10 WIB
Reporter : Rendi Setiawan
Editor : Rendi Setiawan

Bupati Malang, Sanusi, mengatakan akan mengikuti petunjuk resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait fenomena sound horeg. Namun ia juga mengingatkan bahwa penggunaan sound system besar harus sejalan dengan norma dan adat masyarakat setempat.

“Kalau parade sound horeg boleh-boleh saja, secara hukum mubah. Tapi kegiatan yang menyertai, seperti joget tidak senonoh atau minuman keras, sebaiknya ditiadakan,” tegas Sanusi.

Sanusi juga berharap sound system besar dapat diarahkan untuk kegiatan yang lebih bernilai edukatif atau religius, seperti pengajian atau hajatan.

BACA JUGA:Gegara Ditinggal Nikah, Remaja Nyaris Lompat dari JMP: Sudah Belikan iPhone 11!

BACA JUGA:Bupati Musi Rawas Hj Ratna Machmud Lantik TP PKK, Pembina Posyandu dan Pengurus GOW

Kesimpulan

Fenomena sound horeg di Kabupaten Malang menunjukkan konflik antara budaya hiburan dan kebutuhan akan ketertiban serta kesehatan masyarakat. Langkah Pemdes Donowarih untuk mengimbau warganya mengungsi mungkin terdengar ekstrem, namun menggambarkan kekhawatiran yang nyata soal dampak kebisingan ekstrem terhadap kelompok rentan.

Dibutuhkan regulasi yang tegas dan terukur, serta pendekatan yang mempertimbangkan aspek budaya lokal dan perlindungan masyarakat untuk menyikapi tren sound horeg ini secara bijak.

BACA JUGA:Peduli Budaya, Bupati Musi Rawas Hj Ratna Machmud Hadiri Sedekah Bumi di Sumber Harta

BACA JUGA:Ini Harapan Bupati Hj Ratna Machmud saat Launching Koperasi Merah Putih di Musi Rawas

Kategori :