Pemdes Minta Warga Ngungsi karena Sound Horeg Saat Karnaval, Viral dan Kontroversial.

Kamis 24-07-2025,12:10 WIB
Reporter : Rendi Setiawan
Editor : Rendi Setiawan

SILAMPARITV.CO.ID - Fenomena sound horeg kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, Pemerintah Desa (Pemdes) Donowarih, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengeluarkan surat imbauan kontroversial yang meminta warga mengungsi sementara waktu saat acara karnaval berlangsung.

Surat tersebut viral di media sosial karena mengimbau warga yang memiliki bayi, anak kecil, lansia, atau keluarga yang sedang sakit agar menjauh dari lokasi karnaval guna menghindari dampak negatif dari suara sound system yang menggelegar.

BACA JUGA:Kesepakatan Indonesia-AS Soal Transfer Data Pribadi: Menkominfo Buka Suara

BACA JUGA:Bram Patria Yoshugi, Art Director Asal Bandung Pemenang Sayembara Logo HUT ke-80 RI.

Imbauan Pemdes Donowarih: Jaga Jarak dari Sound Horeg

Kegiatan karnaval bertajuk “Pesta Rakyat Karangjuwet Vol. 5” digelar pada Rabu, 23 Juli 2025 pukul 16.30 WIB hingga selesai, di sepanjang Jalan Raya Karangjuwet. Surat imbauan yang ditandatangani oleh Kepala Desa Donowarih, Sujoko, tersebut menyatakan bahwa suara sound horeg dikhawatirkan bisa mengganggu kesehatan warga, terutama kelompok rentan.

“Khusus warga sekitar jalan raya yang memiliki bayi, anak kecil, lansia, atau anggota keluarga yang sakit, diimbau untuk menjaga jarak atau mengamankan diri sementara selama acara berlangsung,” bunyi imbauan tersebut.

BACA JUGA:Pungli Rp. 15.000 Berujung Pencopotan Kepala Sekolah: Ini Kronologi Lengkapnya

BACA JUGA:Benarkah Amplop Kondangan Bakal Kena Pajak? Ini Penjelasan Lengkap dari DJP

Klarifikasi Sekdes: Antisipasi Konflik Sosial

Sekretaris Desa Donowarih, Ary Widy Hartono, mengonfirmasi bahwa surat imbauan tersebut memang dikeluarkan oleh pihak desa sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi gesekan antarwarga, seperti yang pernah terjadi di Malang sebelumnya.

“Betul, imbauan ini sebagai antisipasi agar tidak terjadi kegaduhan atau gesekan antarwarga saat kegiatan karnaval berlangsung,” jelas Ary kepada detikJatim, Rabu (23/7/2025).

Ary menjelaskan bahwa karnaval akan menghadirkan mobil hias, tarian berbagai suku, dan kontingen dengan pakaian adat, semuanya diiringi oleh sound system berdaya tinggi alias sound horeg.

“Saat ini memang sound itu sedang booming dan mendapat simpati dari masyarakat,” tambahnya.

BACA JUGA:Program Srikandi Sahabat Anak UID S2JB, Hadirkan Harapan Baru untuk Generasi Muda Merangin

Kategori :