Komdigi Klarifikasi Dugaan Kebocoran Data Pelamar Kerja yang Ramai di Media Sosial
Komdigi Klarifikasi Dugaan Kebocoran Data Pelamar Kerja yang Ramai di Media Sosial--
SILAMPARITV.CO.ID - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memberikan tanggapan terkait beredarnya video di media sosial yang menampilkan dugaan kebocoran data pelamar kerja di lingkungan kementerian tersebut. Video itu memperlihatkan data pelamar lowongan kerja Komdigi yang disebut dapat diakses secara terbuka oleh publik.
Isu ini mencuat dalam rapat kerja Komisi I DPR RI. Anggota Komisi I, Nurul Arifin, menyoroti unggahan di media sosial yang menunjukkan bahwa pelamar kerja di Komdigi diduga bisa melihat data pribadi pelamar lainnya melalui sistem pendaftaran.
BACA JUGA:Mantapkan Kinerja 2026, Lapas Narkotika Muara Beliti Ikuti Rakor Evaluasi dan Rencana Aksi
BACA JUGA:Komdigi Siapkan Aturan Rekam Wajah Untuk Pemilik Nomor HP Baru, Registrasi Lebih Ketat!
“Namanya Abil Sudarman, dia membongkar bahwa saat memasukkan data untuk melamar lowongan kerja, ternyata di dalam website Komdigi itu semua pelamar dan seluruh data-datanya bisa terbaca,” ujar Nurul dalam rapat di Gedung DPR, Rabu (4/2).
Nurul menyayangkan dugaan kebocoran tersebut, terlebih karena terjadi di institusi yang memiliki peran strategis dalam penguatan keamanan digital nasional. Ia meminta Komdigi memberikan penjelasan menyeluruh terkait persoalan tersebut.
“Kalau di jantungnya, di rumahnya yang kita harapkan bisa memberikan keamanan digital, justru terjadi kebocoran data seperti ini, tentu ini menjadi pertanyaan besar,” kata Nurul.
BACA JUGA:Kuota Internet Kini Bisa Dibawa ke Bulan Berikutnya, Ini Ketentuan dari Operator Seluler
BACA JUGA:11 Tahun Bermukim di Ngada, Keluarga Bocah SD Tak Pernah Dapat Bantuan Sosial
Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal Komdigi, Ismail, menyampaikan bahwa dugaan kebocoran data tersebut saat ini tengah ditangani secara internal. Ia memastikan proses evaluasi sedang berjalan.
“Berkaitan dengan masalah ini, saat ini sudah ditangani secara internal. Inspektur Jenderal sudah turun langsung untuk melakukan peninjauan, termasuk jika ditemukan adanya kesalahan prosedur,” jelas Ismail dalam rapat tersebut.
BACA JUGA:Pemkab Rejang Lebong Mutasi 23 Kepala Sekolah, Berikut Daftarnya
BACA JUGA:Jarang Bergerak hingga Gemar Junk Food, Kebiasaan Harian Ini Diam-Diam Mengganggu Kesehatan Mental
Sebelumnya, akun media sosial bernama Abil Sudarman mengunggah konten yang menyinggung dugaan kebocoran data pelamar kerja di Komdigi. Dalam unggahannya, ia menyebutkan bahwa salah satu lowongan kerja di Komdigi mengarahkan pelamar ke tautan pendaftaran berupa folder Google Drive.
Sumber: