Kapolri Bentuk Tim Transformasi Reformasi Polri, Libatkan 47 Jenderal.

Selasa 23-09-2025,16:17 WIB
Reporter : Rendi Setiawan
Editor : Rendi Setiawan

Tim ini, lanjutnya, akan mendengarkan semua masukan, baik dari Komite Reformasi Polri bentukan pemerintah, pakar, maupun masyarakat sipil. “Agar apa yang menjadi harapan masyarakat terkait Polri ke depan betul-betul bisa ditindaklanjuti,” tegasnya.

BACA JUGA:Viral di Medsos, Oknum Guru SMP di Lubuk Linggau Diduga Cabuli Siswi.

BACA JUGA:Supergirl: Woman of Tomorrow, Kisah Gelap Kara Zor-El Siap Menggebrak DCU 2026

Beda dengan Tim Reformasi Bentukan Presiden

Meski memiliki tujuan serupa, Tim Transformasi Reformasi Polri berbeda dengan Komite Reformasi Polri yang akan dibentuk Presiden Prabowo Subianto.

Karopenmas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, menjelaskan bahwa nantinya tim internal ini akan bekerja sama dengan komisi reformasi bentukan presiden, akademisi, tokoh masyarakat, budayawan, dan lembaga independen.

“Tujuannya untuk mempercepat transformasi Polri sesuai dengan harapan masyarakat,” kata Trunoyudo.

BACA JUGA:Bon Appetit, Your Majesty: Drama Fantasi Romantis Lim Yoona dan Lee Chae Min di Netflix 2025

BACA JUGA:Sinopsis AVENGERS: DOOMSDAY - Musuh Sebenarnya, Awal Kiamat dan Misteri Kembalinya Tony Stark

Harus Libatkan Publik

Meski demikian, sejumlah pihak mengingatkan agar Polri tidak hanya bekerja secara internal. Kompolnas menegaskan perlunya partisipasi publik dan akuntabilitas dalam proses perbaikan.

“Partisipasi dan akuntabilitas harus jadi prinsip kerja. Baik di tim internal maupun nanti partisipasi masyarakat dalam memberikan masukan,” kata Komisioner Kompolnas, Chairul Anam.

BACA JUGA:Perkiraan Rilis iPhone 17 di Indonesia Segera Terwujud

BACA JUGA:Vivo Y50i Resmi Dirilis, Smartphone Rp 3 Jutaan dengan Chip Dimensity 6300 dan Baterai 6.000 mAh

Sementara itu, lembaga kajian demokrasi Public Virtue Research Institute (PVRI) menyoroti komposisi tim yang hanya diisi anggota kepolisian. Ketua Dewan Pengurus PVRI, Usman Hamid, menilai hal itu berpotensi membuat reformasi sulit berjalan maksimal.

“Pembentukan Komisi Reformasi Polri yang direncanakan pemerintah belum terlihat jelas konsep dan tujuannya, termasuk melibatkan unsur masyarakat. Sementara tim internal Polri hanya diisi polisi, ini membuat publik ragu akan efektif,” ujar Usman.

Tags :
Kategori :

Terkait