• Desil 8: 1,04 juta jiwa (1,08%)
• Desil 9: 560 ribu jiwa (0,57%)
• Desil 10: 540 ribu jiwa (0,56%)
Total keseluruhannya mencapai 10,84 juta jiwa yang tidak tepat sasaran.
BACA JUGA:Wisatawan Muslim Kini Lebih Mudah Menemukan Kuliner Halal di Jepang
Menurut Menkes Budi, kelompok masyarakat di desil 9 dan 10 sudah dipastikan memiliki pendapatan yang jauh di atas rata-rata nasional termasuk yang berpenghasilan di atas Rp 100 juta per bulan.
“Desil 10, desil 9 itu kan pasti pendapatannya 100 juta ke atas. Ngapain juga dibayarin PBI-nya,” ujarnya.
Ia menilai temuan ini penting untuk menjadi dasar perbaikan dan pembaruan data penerima bantuan pemerintah agar lebih tepat sasaran.
Pemerintah Diminta Segera Merapikan Data Penerima Bantuan
Budi menekankan bahwa data DTSEN harus dimanfaatkan untuk melakukan pembersihan dan penyesuaian penerima bantuan agar tidak terjadi pemborosan anggaran dan memastikan subsidi tepat sasaran kepada masyarakat miskin.
“Dengan demikian, data ini bagus untuk diperhatikan. Kalau ada penghapusan pembukuan, ada juga yang perlu dihapus,” tegasnya.
BACA JUGA:Tak Ada Ruang Untuk Polisi Nakal, Kapolri Perintahkan Propam Bergerak Cepat.
BACA JUGA:Rebus atau Kukus? Ini Cara Memasak Sayur yang Tak Hilangkan Vitamin
Temuan ini menegaskan pentingnya pembaruan dan penataan ulang data penerima bantuan pemerintah. Pemerintah diharapkan segera melakukan verifikasi ulang sehingga program PBI BPJS Kesehatan dapat benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan.