Namun, perkembangan pesat AI juga memunculkan berbagai kekhawatiran, mulai dari ancaman terhadap lapangan pekerjaan, potensi ketimpangan tenaga kerja, hingga risiko investasi keliru pada teknologi yang belum sepenuhnya matang.
BACA JUGA:Resmi Berlaku 2026, Surat Tanah Girik dan Letter C Diganti SHM, Ini Rincian Biayanya
BACA JUGA:Usai Mediasi Dinkes, Silvia Pasmasari Kembali Bertugas di Puskesmas Sidorejo Lubuklinggau
Produktivitas Naik, Tapi Lapangan Kerja Tertekan
Meski demikian, Kashkari menilai sejumlah perusahaan kini mulai merasakan manfaat nyata dari investasi AI yang telah mereka lakukan. Bahkan, beberapa perusahaan yang awalnya skeptis terhadap teknologi ini, kini justru mengaku sangat bergantung pada AI dalam aktivitas bisnis mereka.
“Tidak diragukan lagi, ada sejumlah investasi yang salah atau keliru. Namun, ada banyak cerita dari dunia bisnis tentang penggunaan AI yang benar-benar meningkatkan produktivitas secara nyata,” jelasnya.
Ia menambahkan, banyak pelaku usaha yang dua tahun lalu meragukan efektivitas AI, kini justru telah menggunakannya secara aktif.
“Bisnis yang saya ajak bicara yang dua tahun lalu skeptis, kini mengatakan bahwa mereka benar-benar menggunakannya sekarang,” imbuh Kashkari.
BACA JUGA:Tak Semua Bisa Melapor, Ini Pihak yang Berhak Laporkan Kumpul Kebo Menurut KUHP 2026
BACA JUGA:Tega Setubuhi Anak Kandung Berulang Kali, Ayah di Musi Rawas Akhirnya Ditangkap Polisi
Tantangan Baru bagi Pencari Kerja
Perlambatan perekrutan ini menjadi tantangan besar bagi para pencari kerja, terutama lulusan baru dan pekerja yang terdampak PHK. Ke depan, pasar tenaga kerja diperkirakan akan semakin menuntut keterampilan baru, khususnya yang berkaitan dengan teknologi, analisis data, dan kemampuan beradaptasi dengan sistem berbasis AI.
Para pengamat menilai, tanpa peningkatan keterampilan dan kebijakan ketenagakerjaan yang adaptif, kesenjangan antara kebutuhan industri dan tenaga kerja berpotensi semakin melebar di era kecerdasan buatan.
BACA JUGA:Ojol Dapat Diskon 50 Persen Iuran BPJS Ketenagakerjaan, Pekerja Informal Lain Menyusul April
BACA JUGA:Panen Raya Jagung Serentak Bersama Kapolri, Lubuklinggau Sumbang 15 Ton dari Lahan 3 Hektare