Lapangan Kerja Menyempit, Perusahaan Besar Kurangi Rekrutmen di Tahun 2026
Lapangan Kerja Menyempit, Perusahaan Besar Kurangi Rekrutmen di Tahun 2026--ist
SILAMPARITV.CO.ID - Mencari pekerjaan di tahun 2026 diprediksi akan semakin sulit. Dampak perkembangan Artificial Intelligence (AI) tidak hanya memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), tetapi juga menyebabkan perlambatan perekrutan tenaga kerja baru, terutama di perusahaan-perusahaan besar.
BACA JUGA:Warga Resah, Bocah 11 Tahun di Lubuklinggau Meninggal Akibat DBD
BACA JUGA:Terobosan Teknologi! Finlandia Berhasil Kirim Listrik Tanpa Kabel Seperti Wi-Fi
Presiden Federal Reserve Minneapolis, Neel Kashkari, mengungkapkan bahwa adopsi AI membuat banyak perusahaan besar menahan diri untuk membuka lowongan pekerjaan baru. Menurutnya, kondisi pasar tenaga kerja saat ini ditandai dengan tingkat perekrutan dan PHK yang sama-sama rendah, dan situasi tersebut diperkirakan masih akan berlanjut dalam waktu ke depan.
“Kondisi ini berpotensi membuat para pencari kerja semakin sulit mendapatkan pekerjaan baru,” ujar Kashkari, dikutip dari CNBC Internasional, Selasa (6/1/2026).
BACA JUGA:Perkawinan Siri Tak Bisa Dipidana, Begini Tafsir UU Perkawinan dan KUHP Baru
BACA JUGA:Ramadhan Tak Hentikan Program Makan Bergizi Gratis, BGN Fokus 1.000 Hari Pertama Kehidupan
Dampak AI Lebih Terasa di Perusahaan Besar
Kashkari menjelaskan, dampak AI terhadap perekrutan tenaga kerja tidak merata. Perusahaan besar menjadi pihak yang paling merasakan perubahan, sementara perusahaan kecil dinilai belum terlalu terdampak secara signifikan.
“AI benar-benar berdampak ke perusahaan besar,” ungkapnya.
Perusahaan skala besar dinilai lebih cepat mengadopsi AI untuk berbagai kebutuhan operasional, mulai dari administrasi, analisis data, layanan pelanggan, hingga pengambilan keputusan bisnis. Akibatnya, kebutuhan akan tenaga kerja manusia, khususnya untuk posisi tertentu, ikut berkurang.
BACA JUGA:Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti Komitmen Bebas Narkoba, Gelar Tes Urine Pegawai
Sejak ChatGPT, Adopsi AI Makin Masif
Sumber: