AI Jadi Penentu Daya Saing Global, Ini Pesan Tegas CEO Nvidia
AI Jadi Penentu Daya Saing Global, Ini Pesan Tegas CEO Nvidia--ist
SILAMPARITV.CO.ID - CEO Nvidia Jensen Huang menyampaikan peringatan serius kepada para pemimpin dunia dalam ajang World Economic Forum (WEF) yang digelar di Davos, Swiss. Dalam forum global tersebut, Huang menekankan bahwa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) bukan lagi sekadar inovasi teknologi, melainkan fondasi penting yang harus diperlakukan sebagai infrastruktur nasional.
Menurut Huang, AI di masa depan akan memiliki peran yang sama vitalnya dengan listrik, jalan raya, hingga jaringan komunikasi. Tanpa infrastruktur AI yang kuat, sebuah negara dinilai akan kesulitan untuk bersaing dan menjalankan fungsi modernnya secara optimal.
BACA JUGA:Unik! Aktivitas Diam 90 Menit Masuk Kategori Olahraga di Korea Selatan
BACA JUGA:Jangan Asal Makan! Ini 7 Makanan yang Tidak Dianjurkan Dikonsumsi Bersama Durian
AI sebagai Pilar Negara Modern
Dalam diskusi bersama CEO BlackRock Larry Fink, Huang memperkenalkan konsep yang ia sebut sebagai “Sovereign AI” atau kedaulatan AI. Ia menjelaskan bahwa setiap negara memiliki aset strategis berupa data, mulai dari bahasa, budaya, sejarah, hingga pengetahuan kolektif masyarakatnya.
Data tersebut, menurut Huang, merupakan “sumber daya alam” baru di era digital. Jika tidak dikelola dan diolah secara mandiri, data nasional berisiko dimanfaatkan oleh pihak luar yang tidak sepenuhnya memahami nilai dan karakter bangsa pemiliknya.
BACA JUGA:Saat Gencatan Senjata Tak Bermakna, Bom Israel Terus Menghantam Gaza
BACA JUGA:Innalillahi Wa Innailaihi Rajiun, Muadzin Senior Masjid Nabawi Syaikh Faisal Nauman Wafat
“Setiap negara harus membangun AI-nya sendiri. Jangan menyerahkan proses itu kepada pihak lain,” tegas Huang. Ia mengingatkan bahwa jika pengolahan data dilakukan oleh perusahaan asing, maka kecerdasan digital yang dihasilkan bisa kehilangan identitas lokal dan tidak mencerminkan nilai bangsa tersebut.
Karena itu, Huang mendorong pemerintah untuk segera mengaktifkan dan memanfaatkan aset data nasional guna melatih model AI domestik yang berdaulat.
BACA JUGA:Kim Jong-un Larang Pohon Natal, Warga Dipaksa Rayakan Ultah Nenek
BACA JUGA:Menang Lotre Rp. 16 Miliar, Brenda Wanita Muda Ini Pilih Dibayar Rp. 16 Juta per Minggu Seumur Hidup
AI Bukan Penghancur Lapangan Kerja
Sumber: