Ia menuturkan, sebelum dirinya, sudah ada korban lain akibat serangan buaya. Bahkan, salah satu korban merupakan anak-anak yang meninggal dunia saat mandi di sungai. Sementara korban lainnya adalah orang dewasa yang selamat namun harus kehilangan kaki.
“Setahu saya sudah ada tiga korban. Yang pertama anak-anak meninggal, yang kedua orang dewasa kakinya putus, dan saya salah satunya,” jelasnya.
BACA JUGA:Lapas Lubuk Linggau Ikuti Penguatan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Awal Tahun 2026
BACA JUGA:Wujudkan Lapas Bersih Narkoba, Lapas Lubuk Linggau Gelar Tes Urine Pegawai dan Warga Binaan
Dengan seringnya kemunculan buaya serta adanya korban jiwa, warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera mengambil langkah konkret. Mereka meminta agar buaya-buaya tersebut dievakuasi atau dilakukan penanganan khusus demi mencegah jatuhnya korban kembali.
“Harapan kami buaya ini bisa dievakuasi karena sudah sangat meresahkan. Apalagi kalau musim hujan, buaya sering naik ke kebun warga,” pungkas Tiwan.
BACA JUGA:Keamanan Dimulai dari Ketelitian, Lapas Lubuk Linggau Laksanakan Perawatan Senjata Dinas
BACA JUGA:Lapas Lubuk Linggau Ikuti Sosialisasi Wartelsuspas dan Intelijen Pemasyarakatan