Kurang Tidur Diam-diam Merusak Jantung, Ini Dampaknya
Kurang Tidur Diam-diam Merusak Jantung, Ini Dampaknya--ist
SILAMPARITV.CO.ID - Selama ini, merokok kerap dianggap sebagai salah satu faktor paling berbahaya bagi kesehatan jantung. Namun, para ahli kesehatan kini menyoroti kebiasaan lain yang dinilai memiliki dampak tak kalah serius, bahkan dapat mempercepat penuaan jantung, yakni kurang tidur. Kebiasaan ini sering dianggap lumrah dalam gaya hidup modern, padahal efeknya memengaruhi hampir seluruh sistem tubuh.
BACA JUGA: Durasi Main Aplikasi Kian Menggila, Warga Dunia Habiskan Ratusan Jam Setahun di HP
Dokter spesialis psikiatri dan pengobatan tidur di University of Maryland Medical Center, Dr. Beverly J. Fang, menyebut kurang tidur kronis berkaitan erat dengan peningkatan tekanan darah. Menurutnya, risiko ini meningkat signifikan pada individu dengan durasi tidur yang sangat singkat.
“Risikonya lebih tinggi pada durasi tidur yang sangat pendek, kurang dari lima jam per malam. Beberapa penelitian menunjukkan hubungan ini bisa lebih kuat pada perempuan,” ujar Fang, dikutip dari Parade, Senin (26/1/2026).
BACA JUGA:Jangan Asal Makan! Ini 7 Makanan yang Tidak Dianjurkan Dikonsumsi Bersama Durian
BACA JUGA:TKA Tuai Kritik, Mendikdasmen Anggap Bimbel Tak Selalu Negatif
Tekanan Darah Meningkat dan Pembuluh Darah Rusak
Tidur bukan sekadar waktu istirahat, melainkan fase penting bagi tubuh untuk memulihkan keseimbangan sistem saraf dan hormon. Ketika seseorang mengalami kurang tidur, sistem saraf simpatik—yang berperan dalam respons “fight, flight, freeze”—menjadi lebih aktif. Kondisi ini menyebabkan denyut jantung dan tekanan darah meningkat secara terus-menerus.
Fang menjelaskan, kurang tidur juga meningkatkan kadar kortisol, hormon stres yang berkontribusi langsung terhadap naiknya tekanan darah. Secara alami, tekanan darah seharusnya menurun saat seseorang tidur. Namun, ketika durasi tidur tidak mencukupi, proses penurunan ini terganggu sehingga tekanan darah tetap berada pada level tinggi lebih lama.
BACA JUGA:Minat Orang Tua Bergeser: Sekolah Swasta Kian Jadi Pilihan Utama
BACA JUGA:Mengejutkan! Owner Cafe QQ Lubuklinggau Cabut Izin Operasional di DPMPTSP
Kardiolog sekaligus pendiri Natural Heart Doctor, Dr. Jack Wolfson, menambahkan bahwa kualitas tidur yang buruk turut berdampak pada fungsi endotelium, yakni lapisan tipis pembuluh darah yang berperan menjaga kelenturan arteri.
“Pembuluh darah kehilangan kemampuan memproduksi nitric oxide sehingga menjadi lebih kaku dan sulit rileks. Dalam jangka panjang, kondisi ini meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan gagal jantung,” kata Wolfson.
BACA JUGA:Berbeda dengan Pulsa Seluler, Begini Cara Hitung Token Listrik Prabayar
Sumber: