Kurang Tidur Diam-diam Merusak Jantung, Ini Dampaknya

Kurang Tidur Diam-diam Merusak Jantung, Ini Dampaknya

Kurang Tidur Diam-diam Merusak Jantung, Ini Dampaknya--ist

BACA JUGA:PLN Berikan 3 Tips Kelistrikan Hadapi Cuaca Ekstrem

Peradangan Kronis dan Penuaan Jantung Lebih Cepat

Selain memengaruhi tekanan darah, kurang tidur juga memicu peradangan kronis dalam tubuh. Wolfson menegaskan bahwa kehilangan tidur dalam jangka pendek saja sudah dapat meningkatkan peradangan, terlebih jika berlangsung bertahun-tahun.

“Peradangan ini merusak pembuluh darah, mempercepat pembentukan plak, dan meningkatkan kekakuan arteri,” ujarnya.

Kondisi tersebut juga membuat plak yang telah terbentuk menjadi tidak stabil. Plak yang tidak stabil berisiko pecah secara tiba-tiba dan menjadi pemicu utama serangan jantung.

BACA JUGA:Psikolog Ungkap Penyebab Orang Gemar Menunda, Bukan Karena Malas

BACA JUGA:Masjid At-Taubah Lapas Narkotika Muara Beliti Raih Sertifikat Arah Kiblat dari Kemenag Musi Rawas

Fang menambahkan, kurang tidur turut mengganggu ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Gangguan ini menyebabkan pola tekanan darah menjadi tidak normal dan mengacaukan metabolisme tubuh. Seluruh proses tersebut berkontribusi pada penuaan biologis jantung yang terjadi lebih cepat, bahkan dinilai dapat melampaui dampak merokok.

“Merokok memang racun kuat bagi jantung, tetapi kurang tidur kronis adalah pengacau sistem tubuh secara menyeluruh,” ujar Fang. Ia menegaskan bahwa kebiasaan ini memicu peradangan, ketidakseimbangan hormon, gangguan metabolisme, hingga mempercepat proses penuaan biologis.

BACA JUGA:Kalapas Muara Beliti Tekankan Disiplin, Pegawai Diberi Arahan Terkait Penyesuaian Pakaian Dinas Terbaru

BACA JUGA:Tingkatkan Kapasitas Aparatur, Lapas Narkotika Muara Beliti Ikuti Sosialisasi Penerapan KUHP

Dampak Lanjutan: Berat Badan hingga Risiko Diabetes

Dampak kurang tidur tidak berhenti pada pembuluh darah dan tekanan darah. Kebiasaan ini juga berpengaruh terhadap berat badan, yang merupakan faktor risiko utama penyakit jantung.

Fang menjelaskan, kurang tidur meningkatkan hormon ghrelin yang merangsang rasa lapar, sekaligus menurunkan leptin yang berfungsi memberi sinyal kenyang. Akibatnya, seseorang lebih mudah merasa lapar dan cenderung mengonsumsi makanan tinggi kalori, lemak, dan karbohidrat.

BACA JUGA:Jelang Ramadan, Harga Sejumlah Bahan Pokok Masih Rawan Naik

Sumber: