SILAMPARITV.CO.ID - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan memastikan bahwa Sahanan (45), warga Kabupaten Musi Rawas (Mura), meninggal dunia akibat serangan harimau. Kepastian tersebut diperoleh setelah tim melakukan peninjauan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) di kawasan tepi Sungai Bal, Dusun Sri Penganten, Desa Pasenan, Kecamatan STL Ulu Terawas.
BACA JUGA:Strategi Sumsel Tekan Inflasi Pangan: Dari Operasi Pasar hingga Penguatan 12 Kelompok Tani
BACA JUGA:Kapan Waktu Terbaik Membayar Zakat Fitrah? Ini Ketentuan serta Bacaan Niatnya
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan, Yusmono, menyampaikan bahwa pihaknya bersama tim dari Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Wilayah V Lubuklinggau menemukan sejumlah bukti kuat di lokasi kejadian.
“Tim sudah turun langsung ke lapangan. Dari hasil olah TKP, ditemukan jejak kaki satwa harimau dan bercak darah di sekitar lokasi. Indikasi tersebut menguatkan bahwa korban memang diterkam harimau,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).
BACA JUGA:Industri Mie Basah di Lubuklinggau Digerebek, Polisi Amankan Pemilik Usaha
Habitat Asli Harimau Sumatera
Yusmono menjelaskan bahwa area tempat kejadian merupakan bagian dari kawasan konservasi TNKS dan termasuk habitat alami Harimau Sumatera yang berstatus satwa dilindungi.
Menurutnya, wilayah tersebut adalah rumah bagi harimau sehingga aktivitas manusia di dalamnya sangat berisiko tinggi.
“Di taman nasional itu, salah satu satwa kunci adalah Harimau Sumatera. Artinya, itu memang habitat aslinya. Seharusnya manusia tidak sembarangan masuk. Kalau pun terpaksa masuk, harus sangat waspada,” jelasnya.
BACA JUGA:Lomba Hafalan Surat Pendek oleh Silampari TV & WE Hotel Lubuklinggau Dibuka Sampai 13 Maret 2026
Termasuk Jalur Jelajah Satwa
Sementara itu, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah V Balai Besar TNKS Lubuklinggau, Faried, menyebut lokasi tersebut juga merupakan jalur lintasan atau rute pergerakan harimau.