Hidangan ini disajikan dengan kuah santan kental yang kaya rempah dengan warna hijau kekuningan. Rasanya gurih dengan aroma santan yang cukup kuat sehingga cocok disantap sebagai menu sarapan ataupun menu berbuka puasa.
Celimpungan biasanya lebih mudah ditemukan saat bulan Ramadan atau menjelang hari raya. Meski begitu, beberapa tempat di Palembang tetap menjualnya pada hari biasa, salah satunya di Warung Aba di kawasan Kuto Batu.
BACA JUGA:Orang Tua Wajib Tahu! Cara Batasi YouTube Shorts agar Anak Tidak Terjebak Doom Scrolling
BACA JUGA:Kapolda Sumsel Tinjau Tol Kapal Betung, Pastikan Jalur Mudik Aman dan Lancar
3. Burgo
Burgo--Net
Burgo merupakan salah satu makanan tradisional Palembang yang juga populer. Sekilas tampilannya mirip dengan kwetiau, karena dibuat dari adonan tepung beras dan tepung sagu yang dimasak seperti dadar tipis.
Setelah dimasak, adonan tersebut digulung lalu diiris dan disajikan dengan kuah santan berwarna kuning kehijauan yang gurih.
Berbeda dengan laksan dan celimpungan, burgo tidak menggunakan ikan sebagai bahan dasar. Meski begitu, perpaduan tekstur burgo yang lembut dengan kuah santan yang kaya bumbu membuat hidangan ini tetap menjadi favorit masyarakat Palembang.
BACA JUGA:Legenda Rock Indonesia Donny Fattah, Bassist God Bless, Meninggal Dunia di Usia 76 Tahun
4. Tekwan
Tekwan--Net
Tekwan menjadi salah satu kuliner Palembang yang sangat mudah ditemukan. Hidangan ini dijual mulai dari pedagang kaki lima hingga restoran khas Palembang.
Tekwan dibuat dari adonan ikan dan sagu yang dibentuk kecil-kecil, kemudian disajikan dengan kuah kaldu udang yang gurih. Kuah tersebut dimasak dengan berbagai bumbu seperti bawang putih, bawang merah, serta tambahan jamur dan seledri yang semakin memperkaya rasanya.
Ciri khas utama tekwan terletak pada kaldu udang yang kuat dan segar. Masyarakat Palembang juga sering menambahkan mi saat menikmati hidangan ini. Harga satu porsi tekwan biasanya berkisar Rp5.000 hingga Rp10.000.