Wabup Rejang Lebong Hendri Praja Klarifikasi Setelah Sempat Diamankan KPK

Rabu 11-03-2026,13:56 WIB
Reporter : Rendi Setiawan
Editor : Rendi Setiawan

SILAMPARITV.CO.ID - Wakil Bupati Rejang Lebong, Hendri Praja, memberikan klarifikasi setelah namanya sempat disebut ikut diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan suap proyek yang menjerat Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari.

BACA JUGA:Drama Keluarga “Tunggu Aku Sukses Nanti” Siap Tayang Maret 2026, Angkat Tekanan Sosial Saat Lebaran

BACA JUGA:HP Tiba-tiba Lemot? Bisa Jadi Aplikasi Ini Diam-diam Menguras RAM Ponsel Anda

Dalam operasi yang berlangsung pada Senin (9/3/2026) tersebut, tim KPK mengamankan total 13 orang dari sejumlah lokasi di Provinsi Bengkulu. Mereka kemudian menjalani pemeriksaan awal di Polres Kepahiang dan Polresta Bengkulu sebelum sebagian dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan.

Hendri Praja, yang sebelumnya diketahui pernah berkarier sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, mengaku terkejut ketika tim KPK datang menemuinya.

BACA JUGA:Usai Lebaran, Dokter Ingatkan Risiko Gula Darah dan Kolesterol Naik Akibat Pola Makan Berlebih

BACA JUGA:Waspada Penipuan Digital Jelang Lebaran, Dana THR Kerap Jadi Target Kejahatan Siber

Ia menjelaskan, saat itu dirinya berada di Kabupaten Rejang Lebong, sementara Bupati berada di Kota Bengkulu.

“Habis salat Isya saya kaget tim KPK datang. Saya langsung dibawa ke Polres Kepahiang sampai sekitar pukul 22.00 malam,” kata Hendri dalam keterangan pers yang diterima media.

Setelah menjalani pemeriksaan awal, Hendri bersama sejumlah pihak lainnya kemudian dibawa ke Kota Bengkulu. Pada keesokan harinya, mereka diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Gedung KPK.

BACA JUGA:Waspada Campak Saat Lebaran, Orang Tua Diminta Lindungi Bayi dan Balita dari Penularan

BACA JUGA:4 Kuliner Berkuah Khas Palembang Selain Pempek yang Lezat untuk Menu Buka Puasa

Menurut Hendri, selama proses pemeriksaan dirinya tidak sempat bertemu dengan Bupati Rejang Lebong karena ditempatkan di ruangan yang berbeda. Selain itu, seluruh telepon seluler milik mereka juga diamankan oleh penyidik KPK sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Ketika ditanya mengenai dugaan suap proyek yang menjerat Bupati Rejang Lebong, Hendri memilih tidak memberikan komentar lebih jauh. Ia menegaskan bahwa dirinya menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara tersebut kepada KPK.

BACA JUGA:Keutamaan Malam Lailatul Qadar dan Amalan yang Dianjurkan di 10 Hari Terakhir Ramadan

Kategori :