Keutamaan Salat Tarawih Malam Ke-28: Allah Angkat Derajat Hamba-Nya di Surga

Selasa 17-03-2026,11:58 WIB
Reporter : Rendi Setiawan
Editor : Rendi Setiawan

SILAMPARITV.CO.ID - Bulan suci Ramadan merupakan waktu yang penuh dengan keberkahan dan kesempatan bagi setiap Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah. Memasuki penghujung Ramadan, khususnya pada malam ke-28, umat Islam diingatkan untuk tetap menjaga semangat beribadah meskipun tubuh mulai terasa lelah.

Salat tarawih pada malam ke-28 memiliki keutamaan yang besar. Bagi mereka yang tetap istiqamah melaksanakan ibadah hingga malam-malam terakhir Ramadan, Allah SWT menjanjikan pahala yang luar biasa sebagai bentuk penghargaan atas kesungguhan dan ketekunan dalam beribadah.

BACA JUGA:Lapas Lubuklinggau Gelar Sidang TPP Bahas Penunjukan Tamping Kebersihan Piket Lebaran 1447 H

BACA JUGA:Lapas Lubuklinggau Gelar Apel Siaga Sambut Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H

Dalam beberapa literatur keislaman, salah satunya yang tercantum dalam kitab Durratun Nasihin, dijelaskan mengenai keutamaan salat tarawih di setiap malam Ramadan. Pada malam ke-28 disebutkan bahwa Allah SWT akan mengangkat derajat orang yang menunaikan salat tarawih hingga seribu derajat di dalam surga.

Keutamaan ini menunjukkan betapa besarnya rahmat Allah kepada hamba-Nya yang tetap menjaga ibadah meskipun Ramadan hampir berakhir. Mengangkat seribu derajat di surga merupakan gambaran tentang kemuliaan dan kedudukan tinggi yang diberikan kepada orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam beribadah.

BACA JUGA:Lapas Lubuklinggau Bersihkan Masjid Al Munawaroh, Sambut Ramadhan dengan Semangat Kebersamaan

BACA JUGA:Koperasi Lapas Lubuklinggau Bahas Pengelolaan Kantin dalam Rapat Anggota Luar Biasa

Makna Spiritual di Balik Malam Ke-28

Malam ke-28 menjadi salah satu momen penting dalam sepuluh malam terakhir Ramadan. Pada fase ini, seorang Muslim diuji bukan hanya oleh rasa lelah, tetapi juga oleh kesungguhan hati dalam mempertahankan kualitas ibadah.

1. Ujian Keistiqamahan

Memulai Ramadan dengan semangat tinggi merupakan hal yang sering dilakukan banyak orang. Namun, menjaga semangat tersebut hingga malam-malam terakhir membutuhkan kesungguhan iman. Malam ke-28 menjadi salah satu ujian apakah seorang Muslim mampu mempertahankan konsistensi ibadahnya.

BACA JUGA:Lapas Lubuklinggau Pantau Pembinaan Warga Binaan Jelang Program Integrasi Tahun 2026

BACA JUGA:10 Destinasi Wisata Populer di Palembang, Rekomendasi Libur Lebaran Bersama Keluarga

2. Masih Berada di Sepuluh Malam Terakhir

Kategori :