Malam ke-28 termasuk dalam rangkaian sepuluh malam terakhir Ramadan yang sangat istimewa. Pada fase ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah karena adanya kemungkinan bertemu dengan malam penuh kemuliaan, yaitu Lailatul Qadar.
Meskipun sebagian ulama menyebutkan bahwa Lailatul Qadar sering terjadi pada malam ganjil, tidak ada kepastian mutlak mengenai waktunya. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk tetap memperbanyak ibadah di setiap malam terakhir Ramadan.
3. Menyempurnakan Ibadah Ramadan
Malam ke-28 juga menjadi kesempatan bagi setiap Muslim untuk memperbaiki dan menyempurnakan ibadah yang mungkin belum maksimal pada malam-malam sebelumnya. Salat tarawih, zikir, doa, serta membaca Al-Qur’an menjadi amalan yang sangat dianjurkan untuk diperbanyak.
BACA JUGA:Arus Mudik Padat, Jalintim Jambi–Palembang Ditutup Sementara dan Dialihkan ke Jalur Alternatif
BACA JUGA:Jelang Mudik Lebaran 2026, Pertamina Pastikan Stok BBM dan LPG di Sumsel Tetap Aman
Amalan yang Dianjurkan di Malam Ke-28
Agar dapat meraih keutamaan yang dijanjikan, ada beberapa amalan yang dapat dilakukan selain salat tarawih.
Memperbanyak Zikir
Setelah melaksanakan salat witir, umat Islam dianjurkan memperbanyak zikir, salah satunya dengan membaca kalimat Subhanal malikil quddus sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.
BACA JUGA:Pegawai Lapas Lubuklinggau Terima Kenaikan Pangkat, Diharapkan Tingkatkan Profesionalisme Layanan
BACA JUGA:Lapas Lubuklinggau Ikuti Sosialisasi Peran Serta Masyarakat dalam Pemasyarakatan Secara Virtual
Memohon Ampunan kepada Allah
Doa memohon ampunan juga sangat dianjurkan untuk dibaca pada malam-malam terakhir Ramadan, yaitu:
Allahumma innaka ‘afuwwun karim tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.
Doa ini merupakan permohonan agar Allah SWT mengampuni segala dosa serta kesalahan yang pernah dilakukan.