SILAMPARITV.CO.ID - Fenomena penjualan “Susu Sekolah” yang diduga bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) tengah menjadi sorotan publik. Produk yang seharusnya dibagikan secara gratis kepada siswa itu justru ditemukan beredar dan dijual di sejumlah minimarket, memicu polemik di media sosial.
Perbincangan ini mencuat setelah beberapa netizen mengunggah temuan mereka saat melihat produk susu berlabel “Susu Gratis Program MBG” terpajang di etalase minimarket. Yang menjadi perhatian, pada kemasan tersebut juga tercantum jelas tulisan “tidak untuk diperjualbelikan”.
BACA JUGA:Diduga Akibat Illegal Drilling, Api Hanguskan Truk dan Lahan di Keluang Muba
BACA JUGA:Kalapas Narkotika Muara Beliti Hadiri Rapat Virtual Persiapan Pelantikan dan Sumpah Jabatan Pejabat
Susu kemasan 125 ml itu diketahui dijual dengan harga sekitar Rp4.000 per bungkus, atau mencapai Rp138.000 per dus. Kondisi ini memicu pertanyaan publik terkait pengawasan distribusi program pemerintah tersebut.
BACA JUGA:Dukung Pendidikan Warga Binaan, Lapas Narkotika Laksanakan Ujian Akhir Paket C
BACA JUGA:Pemkab Musi Rawas Gelar Musrenbang RKPD 2027, Fokus Sinkronisasi Program dan Kebutuhan Masyarakat
Salah satu pengguna media sosial mengaku terkejut saat pertama kali menemukan produk itu dijual bebas. Ia menilai ada kejanggalan antara label yang tertera dengan praktik di lapangan.
“Agak kaget, syok nemu ini, padahal tertera ada tulisan SUSU GRATIS PROGRAM MBG, tidak untuk diperjualbelikan, tapi kok bisa dijual di minimarket,” tulisnya dalam unggahan di Threads.
Unggahan tersebut kemudian viral dan memicu respons dari warganet lain yang mengaku menemukan hal serupa di lokasi berbeda, dengan harga yang relatif sama.
BACA JUGA:Wakil Wali Kota Lubuklinggau Lepas Jamaah Umroh Zafa Tour di Masjid Agung Assalam
BACA JUGA:Aneka Olahan Dendeng Nusantara, dari Ragi hingga Balado Siap Menggugah Selera
Menanggapi polemik tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Prof Dadan Hindayana, menyatakan pihaknya baru menerima laporan terkait temuan ini. Hingga saat ini, BGN belum melakukan pemeriksaan mendalam.
Ia juga menegaskan bahwa BGN tidak memiliki kerja sama dengan produsen mana pun untuk memproduksi susu khusus dalam program MBG.
“BGN tidak memiliki komitmen dengan produsen mana pun terkait produksi susu khusus sekolah,” tegasnya.