Laptop Mahal di Mana-Mana, Apple Inc. Justru Siapkan Gebrakan Lewat MacBook Neo

Kamis 09-04-2026,10:40 WIB
Reporter : Shinta Triana Dewi
Editor : Shinta Triana Dewi

SILAMPARITV.CO.ID - Pasar laptop global tengah menghadapi tekanan besar akibat kenaikan harga komponen. Namun di tengah situasi tersebut, Apple Inc. justru mengambil langkah berani dengan menghadirkan perangkat baru bernama MacBook Neo, yang disebut-sebut sebagai laptop paling terjangkau dari perusahaan tersebut.

Kehadiran MacBook Neo langsung menarik perhatian karena dibanderol mulai US$599 atau sekitar Rp10 jutaan, menjadikannya pesaing serius bagi laptop berbasis Windows di segmen mainstream.

BACA JUGA:Bantu Pelaku Rudapaksa, Tiga Polisi Jambi Dijatuhi Patsus dan Wajib Minta Maaf

BACA JUGA:Tanpa Disadari! Rutinitas Pagi Ini Bisa Merusak Mood dan Produktivitas Seharian

Strategi Baru Apple di Segmen Terjangkau

Berdasarkan laporan dari TrendForce, peluncuran MacBook Neo menandai langkah strategis Apple untuk lebih agresif masuk ke pasar laptop dengan harga lebih rendah.

Harga yang kompetitif ini dinilai mampu memperluas jangkauan pengguna, termasuk sektor pendidikan yang selama ini didominasi oleh laptop Windows.

TrendForce juga memperkirakan penjualan MacBook Neo bisa mencapai 4 hingga 5 juta unit dalam tahun ini, angka yang cukup besar untuk produk baru di kelas harga tersebut.

Menariknya, sebagian pengguna setia Windows mulai melirik perangkat ini karena kombinasi harga dan ekosistem yang ditawarkan Apple.

BACA JUGA:Gaya Hidup Modern Picu Gangguan Ginjal, Generasi Muda Diminta Lebih Waspada

BACA JUGA:Diduga Emosi Tak Diberi Uang, Anak di Lahat Bunuh Ibu dan Hilangkan Jejak

Harga Laptop Global Diprediksi Naik Tajam

Di sisi lain, pasar laptop dunia sedang menghadapi kenaikan biaya produksi. Harga komponen penting seperti memori dan prosesor (CPU) diperkirakan meningkat signifikan sepanjang tahun ini.

Kenaikan tersebut berpotensi mendorong harga laptop hingga hampir 40 persen dari harga awal.

Sebagai gambaran, laptop dengan harga sekitar US$900 (sekitar Rp15 jutaan) bisa mengalami lonjakan harga lebih dari 30 persen hanya akibat kenaikan harga memori. Jika ditambah kenaikan harga CPU, total kenaikan bisa mendekati 40 persen.

Kategori :