BACA JUGA:Wajib Pajak Wajib Tahu! Format Baru Impor SPT PPh Badan di Coretax
Pengaruh Muatan dan Kondisi Jalan
Bobot kendaraan dan jumlah muatan memiliki peran besar dalam efisiensi. Semakin berat beban mobil, semakin sering mesin bensin harus membantu motor listrik, terutama saat akselerasi.
Kondisi jalan juga tak kalah penting. Tanjakan panjang, misalnya, membuat sistem hybrid bekerja lebih keras. Mesin bensin akan aktif lebih lama untuk menjaga performa sekaligus mengisi daya baterai.
BACA JUGA:7 Minuman Pagi Hari yang Baik untuk Pencernaan dan Energi Tubuh
BACA JUGA:Menghadapi Ketakutan: Makna di Balik Poster “Ghost in the Cell”
Pentingnya Perawatan Rutin
Meski menggunakan teknologi modern, mobil hybrid tetap membutuhkan perawatan layaknya mobil konvensional. Komponen seperti oli, busi, dan filter udara harus diganti secara berkala.
Jika perawatan diabaikan dan komponen mulai menurun kualitasnya, performa mesin akan ikut terdampak. Akibatnya, konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.
“Mesin bakar pada mobil hybrid tetap membutuhkan perawatan seperti biasa. Jika kondisinya menurun, maka efisiensinya juga ikut turun,” tambah Jayan.
BACA JUGA:WHO Tetapkan Tema Pekan Imunisasi Dunia 2026: Fokus pada Perlindungan Lintas Generasi
Pada dasarnya, sistem manajemen energi pada mobil hybrid sudah dirancang sangat cerdas. Namun, efisiensi maksimal hanya bisa dicapai jika didukung kondisi kendaraan yang prima serta kebiasaan berkendara dan perawatan yang tepat.