Kenapa Mobil Hybrid Bisa Jadi Boros? Ini Penjelasan dan Faktornya

Kenapa Mobil Hybrid Bisa Jadi Boros? Ini Penjelasan dan Faktornya

Kenapa Mobil Hybrid Bisa Jadi Boros? Ini Penjelasan dan Faktornya--Net

SILAMPARITV.CO.ID - Mobil hybrid selama ini dikenal որպես solusi kendaraan hemat bahan bakar karena menggabungkan mesin bensin dan motor listrik. Namun, dalam praktik sehari-hari, efisiensi tersebut tidak selalu konsisten. Ada sejumlah faktor yang dapat membuat mobil hybrid justru menjadi lebih boros dari yang seharusnya.

BACA JUGA:Mobil Listrik Imut yang Mencuri Perhatian: Changan Lumin Digemari Berbagai Kalangan

Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM), Jayan Sentanuhady, menjelaskan bahwa secara teori mobil hybrid memang lebih efisien karena didukung teknologi canggih. Namun, performa tersebut sangat bergantung pada kondisi kendaraan dan cara penggunaannya.

“Sumber data konsumsi BBM pada mobil hybrid ada di mesin bakarnya. Bila mesin ini bekerja lebih lama dan ada penurunan performa, misalnya karena perawatan yang buruk, maka mobil akan menjadi kurang efisien,” jelas Jayan.

BACA JUGA:Indonesia Siap Produksi Sedan Listrik Massal 2028, Langkah Besar Menuju Mobil Nasional

BACA JUGA:Toyota Tancap Gas di Era Mobil Listrik, Siapkan 7 Model EV di Amerika Utara

Peran Penting Kondisi Baterai

Salah satu faktor utama yang memengaruhi efisiensi mobil hybrid adalah kondisi baterai. Seiring waktu, kesehatan baterai (HEV) dapat menurun, sehingga motor listrik tidak lagi bekerja optimal.

Akibatnya, mesin bensin akan lebih sering aktif untuk menggerakkan kendaraan sekaligus mengisi ulang baterai. Hal ini membuat mode listrik (EV) jarang digunakan dan konsumsi bahan bakar pun meningkat.

BACA JUGA:Kreator Wajib Tahu! Cara Aktifkan dan Gunakan YouTube Shopping Affiliate

BACA JUGA:Rahasia Rambut Keriting Lembap: 5 Kandungan Penting yang Wajib Kamu Tahu

Beban Listrik dan Penggunaan Fitur

Penggunaan AC dan fitur kelistrikan lainnya juga turut memengaruhi efisiensi. Beban listrik yang tinggi akan memaksa mesin bensin lebih sering menyala untuk menyuplai energi ke baterai.

Selain itu, tekanan angin ban yang kurang ideal juga meningkatkan hambatan laju kendaraan. Dampaknya, energi yang dibutuhkan menjadi lebih besar dan konsumsi BBM ikut meningkat.

Sumber: