Krisis Numerasi Siswa, Pemerintah Andalkan Pendekatan Deep Learning untuk Perbaikan

Minggu 12-04-2026,12:47 WIB
Reporter : Shinta Triana Dewi
Editor : Shinta Triana Dewi

BACA JUGA:Rahasia Rambut Keriting Lembap: 5 Kandungan Penting yang Wajib Kamu Tahu

Menurut Mu'ti, matematika selama ini masih dianggap sebagai pelajaran yang menakutkan bagi banyak siswa. Oleh karena itu, pendekatan pembelajaran perlu diubah agar lebih menyenangkan dan mudah dipahami.

BACA JUGA:Realme C100 4G Resmi, Cocok untuk Gaming dan Aktivitas Seharian

BACA JUGA:Wajib Pajak Wajib Tahu! Format Baru Impor SPT PPh Badan di Coretax

Pentingnya Pendekatan Sesuai Usia

Mu'ti menekankan bahwa metode pembelajaran harus disesuaikan dengan usia dan tahap perkembangan anak. Anak-anak tidak seharusnya langsung dibebani dengan materi yang terlalu sulit di awal.

Sebaliknya, pada tahap awal, pembelajaran numerasi sebaiknya difokuskan pada penguatan logika dasar melalui metode yang lebih ringan dan menyenangkan.

“Pada masa awal, yang penting adalah membangun logikanya. Bisa melalui aktivitas yang terasa seperti bermain,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pengalaman belajar yang terlalu sulit di usia dini dapat meninggalkan kesan negatif yang terbawa hingga jenjang pendidikan berikutnya.

BACA JUGA:7 Minuman Pagi Hari yang Baik untuk Pencernaan dan Energi Tubuh

Membangun Fondasi untuk Masa Depan

Pendekatan deep learning diharapkan mampu mengubah cara belajar siswa dari sekadar menghafal menjadi memahami konsep secara mendalam. Dengan fondasi logika yang kuat, siswa diharapkan lebih percaya diri dan tidak lagi menganggap matematika sebagai momok.

BACA JUGA:Menghadapi Ketakutan: Makna di Balik Poster “Ghost in the Cell”

Upaya ini menjadi langkah awal dalam reformasi pembelajaran di Indonesia. Meski hasilnya belum terlihat dalam waktu dekat, pendekatan yang tepat diyakini dapat membawa perubahan besar bagi kualitas pendidikan di masa depan.

Kategori :