BKSDA Sumsel Cek Lokasi Serangan Beruang di Musi Rawas, Warga Diminta Waspada

Rabu 20-05-2026,09:48 WIB
Reporter : Shinta Triana Dewi
Editor : Shinta Triana Dewi

Yusmono juga mengingatkan pentingnya pemahaman masyarakat untuk hidup berdampingan dengan satwa liar guna mengurangi potensi konflik antara manusia dan hewan.

“Setidaknya tinggal bagaimana masyarakat bisa memahami hidup berdampingan dengan satwa liar agar konflik antara manusia dan hewan dapat diminimalkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Jayaloka, M Soleh, mengatakan pihak kepolisian yang melakukan pengecekan tempat kejadian perkara menemukan sejumlah jejak yang diduga berasal dari beruang liar di sekitar lokasi serangan.

“Saat anggota cek TKP, banyak jejak di sekitar lokasi kejadian. Jejak itu kami temukan pada pohon karet yang terdapat banyak cakaran dan tercabik-cabik,” ungkapnya.

BACA JUGA:Lapas Narkotika Muara Beliti Gelar Kegiatan Mapenaling, WBP Baru Diberikan Sosialisasi Hak dan Kewajiban

BACA JUGA:PBVSI Panggil 16 Pemain Timnas Voli Putra Indonesia untuk AVC Nations Cup dan SEA V League 2026

Menurut Soleh, polisi kini terus berkoordinasi dengan BKSDA serta Forkopimcam Sukakarya untuk memastikan penanganan berjalan aman dan terkendali.

Ia menjelaskan lokasi kejadian merupakan kebun karet yang sudah lama tidak terawat sehingga berubah menjadi semak belukar dan diduga menjadi area lintasan satwa liar.

“Lokasi kejadian itu memang kebun karet, tapi sudah lama tidak terawat sehingga berubah menjadi semak belukar,” katanya.

BACA JUGA:Malam Pertama Batal, Pengantin Pria Diciduk Polisi Usai Ijab Kabul di Garut

Lokasi tersebut diketahui hanya berjarak sekitar 3,5 kilometer dari permukiman warga. Karena itu, masyarakat diimbau lebih berhati-hati ketika beraktivitas di kebun untuk sementara waktu.

“Kami juga mengimbau melalui personel Bhabinkamtibmas agar warga untuk sementara waktu lebih berhati-hati, waspada, atau jika memungkinkan menunda aktivitas di kebun wilayah tersebut sampai situasi benar-benar dipastikan aman,” imbaunya.

Sebelumnya, seorang petani bernama Junaidi (47) dilaporkan kritis setelah diserang beruang liar saat berkebun di Desa Desa Ciptodadi I, Kecamatan Sukakarya, Minggu (17/5/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

BACA JUGA:DPR Desak Bank Indonesia Stabilkan Rupiah ke Level Rp16.500 per Dolar AS

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka serius di bagian kepala, tangan, kaki, dan bahu akibat cakaran serta gigitan beruang. Korban kemudian dilarikan ke RSUD dr Sobirin untuk menjalani perawatan intensif, sementara beruang liar itu melarikan diri usai menyerang korban.

Kategori :