SILAMPARITV.CO.ID - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan turun langsung ke lokasi serangan beruang liar yang menyebabkan seorang petani di Kabupaten Musi Rawas mengalami luka serius. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keberadaan satwa liar tersebut sekaligus menentukan penanganan lanjutan di lapangan.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Sumsel, Yusmono, mengatakan tim petugas telah diberangkatkan ke lokasi pada Senin (18/5/2026) setelah menerima laporan serangan terhadap petani bernama Junaidi (47).
“Hari ini petugas berangkat untuk memastikan laporan itu. Sebelumnya memang sudah pernah ada laporan keberadaan beruang di daerah sana,” ujarnya.
BACA JUGA:3 Pelaku Pengeroyokan dan Penembakan di Musi Rawas Ditangkap, Motif Rebutan Armada Truk CPO
BACA JUGA:Pemprov Sumsel Buka Peluang Truk Batu Bara Melintas Sementara, Syaratnya Bangun Jalur Khusus
Menurut Yusmono, kawasan tersebut memang merupakan habitat alami beruang sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas, khususnya di area perkebunan maupun sekitar hutan.
Ia menjelaskan, pada dasarnya beruang liar tidak menyerang manusia secara sengaja. Namun, satwa tersebut dapat menjadi agresif apabila merasa terganggu, terkejut, dikejar, atau sedang melindungi anaknya.
“Sebenarnya beruang itu tidak menyerang manusia. Tapi kalau dia kaget, dikejar, atau kemungkinan sedang menjaga anaknya itu biasanya memang lebih agresif,” katanya.
BACA JUGA:Cara Cek Penerima PIP Termin 2 2026, Ini Syarat dan Besaran Dana yang Cair
BACA JUGA:Duka di Muratara, Satu Anak Hilang Ditemukan Meninggal Dunia, Satu Lagi Masih Dalam Pencarian
BKSDA Sumsel saat ini masih melakukan pemantauan untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya. Jika kawasan tersebut masih memiliki hutan yang menjadi habitat alami satwa, maka beruang akan diarahkan kembali ke lokasi yang lebih aman tanpa dilakukan evakuasi.
“Kalau memang di sana masih ada hutan yang menjadi tempat hidupnya, tentu akan kita giring ke lokasi yang lebih aman. Karena memang itu habitatnya, jadi masyarakat yang harus tetap waspada dan berhati-hati,” jelasnya.
Namun demikian, apabila keberadaan beruang sudah masuk ke wilayah permukiman dan dianggap membahayakan warga, BKSDA akan mengambil langkah evakuasi demi menjaga keselamatan masyarakat.