Dorong Ekonomi Syariah Jadi Gerakan Bersama yang Inklusif

Senin 25-05-2026,09:27 WIB
Reporter : Shinta Triana Dewi
Editor : Shinta Triana Dewi

SILAMPARITV.CO.ID - Menteri Koperasi sekaligus Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah, Ferry Juliantono, menekankan bahwa pengembangan ekonomi syariah di Indonesia harus dibangun melalui kolaborasi lintas sektor yang inklusif. Menurutnya, percepatan ekosistem ekonomi syariah tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan.

BACA JUGA:AS dan Iran Dikabarkan Capai Kesepakatan Awal Pembukaan Selat Hormuz

Pernyataan tersebut disampaikan Ferry saat membuka agenda Sharia Economic Leaders Forum 2026 di Jakarta pada Minggu (24/5/2026). Forum itu mengangkat tema “Sharia Economy Beyond Finance: Orkestrasi Kepemimpinan Daerah dan Industri Halal untuk Akselerasi Ekosistem Ekonomi Syariah Indonesia”.

BACA JUGA:Diduga Ambil Jalur Kanan, Pengendara Motor Asal Lubuklinggau Tewas

Dalam sambutannya, Ferry menilai ekonomi syariah perlu menjadi gerakan nasional yang mampu menyatukan pemerintah, regulator, dunia usaha, akademisi, komunitas, hingga masyarakat sipil dalam satu arah pembangunan.

“Ekonomi syariah harus menjadi gerakan kolaboratif yang inklusif dengan mempertemukan pemerintah, regulator, pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat sipil dalam satu gerak langkah,” ujar Ferry dalam keterangan tertulis yang disampaikan Senin (25/5/2026).

BACA JUGA:Kunci Jawaban Pendidikan Pancasila Kelas 8 SMP Halaman 152 Kurikulum Merdeka Revisi

BACA JUGA:Kemendikdasmen: Bobot Nilai TKA di SPMB Boleh Berbeda Tiap Daerah

Forum tersebut dihadiri sejumlah unsur penting dalam pengembangan ekonomi syariah nasional, termasuk pemerintah daerah, kalangan akademisi, serta pelaku industri halal dari berbagai sektor. Kehadiran mereka disebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperkuat fondasi ekonomi syariah nasional, mulai dari sektor produksi hingga pemasaran.

Pada kesempatan itu, Ferry juga memaparkan sejumlah langkah strategis yang akan dijalankan melalui Kementerian Koperasi Republik Indonesia. Pemerintah, kata dia, akan memperkuat sinergi dengan MES dan berbagai pihak guna mendorong pertumbuhan sektor riil, terutama dalam pengembangan koperasi.

BACA JUGA:Komdigi Resmi Blokir Polymarket, Dinilai Judi Online Berkedok Prediction Market

BACA JUGA:Kenapa HP Makin Lama Makin Lemot? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Salah satu fokus utama Kemenkop yakni memperluas pembiayaan produktif untuk koperasi dan pelaku UMKM halal agar memiliki akses permodalan yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Selain itu, pemerintah juga berupaya mendorong lahirnya koperasi produksi baru berbasis potensi industri halal di masing-masing daerah. Ferry menilai setiap wilayah memiliki kekuatan ekonomi khas yang dapat dikembangkan menjadi bagian dari rantai industri halal nasional.

BACA JUGA:Kesal Tak Diberi Uang, Pemuda di Palembang Aniaya Ibu Kandung Pakai Batu

Kategori :