Media tanah dan pupuk kandang dimasukkan ke dalam karung, lalu ditambahkan air secukupnya. Sistem ini membantu menjaga kondisi lingkungan tetap stabil sehingga keong lebih cepat berkembang.
Selain praktis, metode ini juga mudah dipindahkan jika diperlukan.
BACA JUGA:Pemuda Musi Rawas Ditangkap di Samping Masjid Agung Lubuklinggau, Bawa 10 Pil Ekstasi Langka
BACA JUGA:Pesta Sabu di Kebun Digagalkan Polisi, Dua Warga Prabumulih Diciduk
3. Budidaya dengan Media Kompos Organik
Karung yang diisi campuran tanah dan kompos organik dapat menjadi habitat ideal bagi keong.
Kompos menyediakan nutrisi yang mendukung pertumbuhan mikroorganisme sebagai sumber makanan alami. Dengan tambahan pakan berupa sayuran dan daun-daunan, pertumbuhan keong dapat berlangsung lebih optimal.
Metode ini sangat cocok bagi peternak yang ingin memanfaatkan limbah organik rumah tangga.
BACA JUGA:Viral! Gadis Kayuagung Dipersunting Pria Turki, Awalnya Tak Percaya Pesan di Instagram
BACA JUGA:Razia Lapas Narkotika Muara Beliti, Ciptakan Lingkungan Pemasyarakatan Bebas Halinar
4. Sistem Vertikal untuk Pekarangan Sempit
Keterbatasan lahan bukan lagi masalah dengan sistem vertikultur. Karung-karung budidaya disusun bertingkat menggunakan rak atau penyangga sederhana.
Setiap karung diisi media tanam dan bibit keong dalam jumlah yang sesuai. Cara ini mampu meningkatkan kapasitas produksi tanpa membutuhkan area yang luas.
Teknik vertikal juga mempermudah proses pemantauan dan perawatan harian.
BACA JUGA:Kabar Baik! Kemensos Rekrut 5.127 PPPK Tenaga Kependidikan Sekolah Rakyat Tahun 2026
BACA JUGA:Rambut Beruban di Usia Muda? Bisa Jadi Tubuh Kekurangan Vitamin dan Mineral Penting