SILAMPARITV.CO.ID - Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Badan Narkotika Nasional (BNN) adalah lembaga pemerintah dibawah Presiden yang memiliki tugas khusus dalam upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika.
BACA JUGA:BNN Luncurkan Program ANANDA BERSINAR Indonesia Menghadapi Ancaman Non Militer Tantangan bangsa saat ini tidak lagi hanya berbentuk serangan militer, tetapi juga ancaman non-militer seperti narkoba. Ancaman ini tidak terlihat secara fisik, namun dampaknya dapat menghancurkan persatuan, melemahkan generasi, dan menggerogoti ketahanan nasional. BACA JUGA:BNN Lubuklinggau dan Dinas Pendidikan Lubuklinggau Luncurkan Kurikulum IKAN untuk Cegah Penyalahgunaan Narkoba Isu Viral Larangan Vape Di Indonesia Dampak Kesehatan dan Seruan Global WHO telah menyerukan pelarangan rokok elektrik (vape) karena menyebabkan kecanduan nikotin—terutama di kalangan remaja usia 13–15 tahun. Vape tidak sesederhana alternatif rokok; ia juga membawa risiko serius Praktik Penyalahgunaan Vape sebagai Medium Narkoba Kepolisian Sumut berhasil membongkar pabrik liquid vape ilegal di Medan yang digunakan sebagai media penyebaran narkotika Golongan I (PFBP, PV8, epilon). Narkotika (Berdasarkan UU No.35 Tahun 2009) Adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintesis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan Dibagi menjadi 3 Golongan-
Golongan 1 digunakan untuk ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam pengobatan (Heroin, ganja, cocain, opium, Amfetamin, shabu, extacy, dll.)
Golongan 2 digunakan dalam pengobatan (Morfin, pethidin, metadona dll)
Golongan 3 digunakan dalam pengobatan (Codein, etilmorfina (dionin) dll)
- Depresan
-
Stimulan
-
Halusinogen
-
Adiktif
-
Kerusakan Organ Tubuh
Overdosis
Kematian
-
Gangguan mental
Depresi
Halusinasi
-
Kriminalitas
Pergaulan Bebas
Hilang masa depan
-
Beban Keuangan
Keluarga
Dampak Narkoba Bagi Bangsa
1. SDM melemah → produktivitas rendah Narkoba merusak fisik dan mental sehingga SDM kehilangan produktivitas dan daya saing bangsa menurun. 2. Kehancuran Generasi Emas 2045 Generasi muda sebagai harapan bangsa rusak oleh narkoba, mengancam tercapainya cita-cita Indonesia Emas 2045. 3. Ancaman terhadap Ketahanan Nasional Narkoba melemahkan moral, memicu kriminalitas, dan merusak persatuan sehingga mengancam ketahanan nasional. Ciri Orang Memakai Narkoba-
Menjadi Tertutup
Penuh Rahasia
Suka Menyendiri
Paranoid
Suka Melamun
Halusinasi
Bicara tidak nyambung
Suka Menangis
Tertawa Tanpa Sebab
Mata Cekung
Sering berbohong
Menjadi kasar
Tidak sopan
Sensitif
Pemarah dan Pemarah
Suka Mencuri
Menjual barang rumah
Prestasi menurun
Berpakaian Berantakan
Jarang Mandi
BACA JUGA:Peringati HANI 2026, BNN Kota Lubuklinggau Ajak Generasi Muda Jauhi Narkoba Demi Indonesia Emas 2045
Perubahan Fisik Orang yang Memakai Narkoba-
Mata: Mata merah, pupil melebar atau menyempit, kelopak mata turun, penglihatan kabur.
Hidung: Hidung tersumbat, bersin, mimisan (pada pengguna narkoba yang dihirup atau disuntikkan).
Mulut: Mulut kering, bibir pecah-pecah, bau mulut, gigi berlubang.
Kulit: Kulit pucat, kering, berjerawat, gatal-gatal, luka yang tidak kunjung sembuh.
Berat badan: Penurunan atau kenaikan berat badan yang drastis.
Rambut: Rambut rontok, kusam, dan tidak terawat.
Tubuh: Gemetar, kelelahan, koordinasi tubuh buruk, sering sakit.Perubahan Penampilan Orang yang Memakai Narkoba
Pakaian : Kotor, kusut, tidak rapi.
Kebersihan diri: Kurang menjaga kebersihan diri, seperti mandi dan sikat gigi.
Perilaku: Pendiam, mudah marah, agresif, sulit berkonsentrasi, tidak fokus, linglung.
Isolasi sosial: Menarik diri dari pergaulan, mengabaikan tanggung jawab, dan lebih banyak menghabiskan waktu sendirian.
Perubahan suasana hati: Mood yang mudah berubah, mudah cemas, depresi, dan putus asa.
Peran Pelajar dalam Pencegahan Narkoba
1. Menjadi relawan anti narkoba di sekolah OSIS dan Pramuka bisa menjadi teladan, menyuarakan kampanye bahaya narkoba, serta mengajak teman sebaya untuk berani berkata “Tidak pada narkoba”. 2. Menggerakkan kegiatan positif & kreatif Melalui kegiatan ekstrakurikuler, bakti sosial, seni, olahraga, dan lomba kreatif, OSIS dan Pramuka dapat memberi ruang sehat bagi siswa agar tidak mencari pelarian ke narkoba. 3. Menolak gaya hidup hedonisme Menanamkan sikap sederhana, disiplin, dan peduli sesama, sehingga tidak mudah terjebak gaya hidup hura-hura yang sering menjadi pintu masuk narkoba.