Sementara terkait kemungkinan adanya hubungan dengan kebakaran hutan dan lahan, pihak kecamatan mengaku belum memiliki informasi yang dapat memastikan hal tersebut.
Kawasan Masih Berdekatan dengan Hutan
Wilayah tempat satwa tersebut terlihat cukup luas dan masih memiliki kawasan yang dipenuhi pepohonan serta semak-semak.
Area tersebut juga berada di wilayah yang berbatasan dengan kawasan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, serta wilayah Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.
Kondisi geografis tersebut memungkinkan adanya habitat satwa liar di sekitar kawasan perkebunan masyarakat.
Karena beruang merupakan satwa yang dilindungi, masyarakat diminta tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun satwa tersebut.
BACA JUGA:Cekcok di Jalan Berujung Penyerangan, Dua Kakak-Adik Diciduk Polsek Lubuklinggau Barat
BACA JUGA:5 Zodiak yang Tidak Gampang Terprovokasi Saat Menghadapi Perdebatan
Warga Diminta Tidak Mendekati Beruang
Pasca kemunculan beruang, aktivitas masyarakat di perkebunan masih berlangsung. Namun, warga diminta meningkatkan kewaspadaan ketika berada di lokasi yang berpotensi menjadi jalur pergerakan satwa.
Pihak kelurahan juga mengimbau masyarakat agar tidak mencoba menangkap, mengejar, memancing perhatian, atau mendekati beruang apabila kembali terlihat.
Jika satwa tersebut muncul lagi, warga diharapkan segera melaporkannya kepada aparat setempat atau pihak yang berwenang agar dapat dilakukan penanganan sesuai prosedur.
Mustakim mengatakan masyarakat tetap diperbolehkan menjalankan aktivitas seperti biasa, tetapi harus lebih berhati-hati.
"Untuk aktivitas warga sekarang tetap jalan, tapi berhati-hati," ujarnya.
Jangan Panik dan Hindari Kontak Langsung
Masyarakat yang menemukan beruang di sekitar perkebunan sebaiknya menjaga jarak dan tidak melakukan tindakan spontan yang dapat membuat satwa merasa terancam.