Tak Hanya Selamatkan Nyawa, Ini 7 Keuntungan Donor Darah bagi Kesehatan Pendonor
Tak Hanya Selamatkan Nyawa, Ini 7 Keuntungan Donor Darah bagi Kesehatan Pendonor--
Sebelum darah diambil, calon pendonor akan menjalani pemeriksaan kesehatan gratis untuk mendeteksi penyakit seperti HIV, hepatitis B dan C, sifilis, serta malaria. Skrining ini bertujuan memastikan keamanan darah, sekaligus memberi kesempatan bagi pendonor untuk mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal.
5. Mendukung kesehatan mental
Donor darah merupakan tindakan sosial yang bernilai tinggi. Kesadaran bahwa darah yang disumbangkan dapat menyelamatkan orang lain kerap menumbuhkan rasa bahagia, kepuasan batin, serta motivasi untuk hidup lebih sehat dan peduli terhadap sesama.
BACA JUGA:Siang Bolong Digerebek, Oknum ASN Kepahiang Terancam Sanksi
BACA JUGA:Tipu 355 Kontrak Pembiayaan Motor, Karyawan Leasing Dihukum 3 Tahun 10 Bulan
6. Mengontrol kadar zat besi berlebih
Kelebihan zat besi dalam tubuh bisa memicu keluhan seperti mudah lelah, nyeri sendi, gangguan irama jantung, sakit perut, hingga penurunan berat badan drastis. Donor darah secara rutin dapat membantu menjaga kadar zat besi tetap seimbang dan mencegah gangguan tersebut.
7. Mengurangi risiko darah kental
Darah yang terlalu kental berpotensi meningkatkan risiko pembekuan darah, serangan jantung, dan stroke. Dengan donor darah, aliran darah menjadi lebih lancar dan tekanan darah lebih terkontrol sehingga risiko tersebut dapat ditekan.
Selain donor darah biasa, tersedia pula metode donor apheresis. Pada prosedur ini, pendonor hanya menyumbangkan komponen tertentu seperti plasma, trombosit, atau sel darah putih, sementara komponen lainnya dikembalikan ke tubuh. Metode ini memungkinkan sumbangan yang lebih spesifik dan tetap aman bagi pendonor.
BACA JUGA:Kasus Investasi Bodong Mengemuka, Total Kerugian Sentuh Rp. 4 Miliar di Lubuklinggau
BACA JUGA:Kecelakaan Tunggal di Tuah Negeri, Truk Sayur Hantam Rumah
Syarat Menjadi Pendonor
Sebelum mendonorkan darah, tenaga medis akan memastikan beberapa ketentuan terpenuhi, antara lain:
- Sehat jasmani dan rohani
- Berusia 17–60 tahun
- Berat badan minimal 45 kilogram
- Tekanan darah normal (sistolik 100–180 mmHg dan diastolik 70–100 mmHg)
- Kadar hemoglobin sekitar 12,5–17 gr/dL
- Jarak donor sebelumnya minimal dua bulan atau delapan minggu
- Tidak sedang hamil atau menyusui
- Bersedia secara sukarela menandatangani informed consent
BACA JUGA:Razia Rutin Jadi Langkah Preventif Lapas Narkotika Muara Beliti Cegah Pelanggaran
Sumber: