Obesitas Sejak Usia Muda Tingkatkan Risiko Kematian Dini, Ini Temuan Studi Terbaru

Obesitas Sejak Usia Muda Tingkatkan Risiko Kematian Dini, Ini Temuan Studi Terbaru

Obesitas Sejak Usia Muda Tingkatkan Risiko Kematian Dini, Ini Temuan Studi Terbaru--Net

SILAMPARITV.CO.ID - Kenaikan berat badan bukan sekadar perubahan angka di timbangan, tetapi juga berkaitan erat dengan kualitas dan harapan hidup seseorang. Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa obesitas yang terjadi sejak usia muda dapat meningkatkan risiko kematian dini di kemudian hari.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal eClinicalMedicine ini menyoroti pentingnya waktu terjadinya kenaikan berat badan. Artinya, bukan hanya seberapa banyak berat badan bertambah, tetapi kapan kondisi tersebut mulai terjadi juga memiliki dampak besar terhadap kesehatan jangka panjang.

BACA JUGA:Wali Kota Palembang Temukan Kendaraan Nunggak Pajak Hingga 11 Tahun Saat Sidak Setda

BACA JUGA:Pelaku Pencabulan Anak di Muratara Diamankan, Korban Alami Trauma Psikis

Studi yang dilakukan oleh tim peneliti dari Lund University, Swedia, melibatkan sekitar 600 ribu peserta. Data berat badan mereka dipantau dalam rentang usia 17 hingga 60 tahun untuk melihat kaitannya dengan risiko kesehatan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa individu yang mengalami obesitas pertama kali pada usia 17 hingga 29 tahun memiliki risiko kematian dini sekitar 70 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mengalami obesitas hingga usia 60 tahun.

BACA JUGA:23.000 Sumur Minyak Rakyat di Sumsel Jadi Harapan Baru Kedaulatan Energi

BACA JUGA:Pencuri Rokok yang Bobol Warung di Lubuk Linggau Barat Akhirnya Diringkus

Epidemiolog dari Lund University, Tanja Stocks, menyebut bahwa temuan ini menjadi pola paling konsisten dalam penelitian tersebut. Ia menegaskan bahwa kenaikan berat badan di usia muda memiliki dampak yang jauh lebih besar terhadap risiko kesehatan di masa depan.

“Temuan paling konsisten adalah kenaikan berat badan di usia lebih muda dengan risiko kematian dini yang lebih tinggi di kemudian hari,” ujarnya seperti dikutip dari ScienceAlert.

BACA JUGA:Apel Pagi di Lapas Narkotika Muara Beliti, Kalapas Tekankan Tanggung Jawab dan Etos Kerja

BACA JUGA:194 Calon Jamaah Lubuklinggau Siap Berangkat Laksanakan Ibadah Haji Tahun 2026

Para peneliti menduga bahwa lamanya seseorang hidup dalam kondisi obesitas menjadi faktor utama yang meningkatkan risiko tersebut. Semakin lama tubuh berada dalam kondisi kelebihan berat badan, semakin besar tekanan biologis yang dialami.

Kondisi ini berpotensi memicu berbagai penyakit kronis, seperti penyakit kardiovaskular (termasuk serangan jantung dan stroke), diabetes tipe 2, hingga beberapa jenis kanker. Dalam penelitian ini, penyakit kardiovaskular menjadi penyebab paling dominan yang berkaitan dengan obesitas dan kematian.

Sumber: