Obesitas Sejak Usia Muda Tingkatkan Risiko Kematian Dini, Ini Temuan Studi Terbaru
Obesitas Sejak Usia Muda Tingkatkan Risiko Kematian Dini, Ini Temuan Studi Terbaru--Net
BACA JUGA:PSSI Awards 2026: Malam Apresiasi Insan Sepak Bola Indonesia, Rayakan 95 Tahun Perjalanan
BACA JUGA:Curas Berkedok Polisi di OKU Timur, Pelaku Ditangkap Kurang 48 Jam
Peneliti juga menemukan bahwa durasi obesitas kemungkinan memiliki pengaruh lebih besar dibandingkan kenaikan berat badan yang terjadi di usia tua. Paparan jangka panjang terhadap kondisi seperti resistensi insulin, peradangan, dan gangguan pembekuan darah diduga memperburuk risiko kesehatan.
“Temuan kami menunjukkan bahwa durasi obesitas mungkin menjadi faktor yang mendasari risiko tersebut,” tulis peneliti dalam laporan tersebut.
BACA JUGA:Insentif Pajak Kendaraan Listrik Dinilai Dorong Investasi dan Ekosistem Industri Baru di Daerah
BACA JUGA:Wacana Penutupan Prodi Tak Relevan Tuai Respons PTN, Transformasi Dinilai Lebih Tepat
Selain itu, studi ini juga menyoroti adanya perbedaan dampak antara pria dan wanita, khususnya terkait risiko kanker. Pada wanita, peningkatan risiko kematian akibat kanker tidak terlalu dipengaruhi oleh kapan kenaikan berat badan terjadi.
Peneliti menduga faktor hormonal, termasuk perubahan yang terjadi saat menopause, turut berperan dalam kondisi ini. Epidemiolog Huyen Le menyebut bahwa hubungan antara perubahan hormon dan berat badan masih perlu diteliti lebih lanjut.
Meski demikian, penelitian ini tidak menyimpulkan bahwa obesitas di usia muda secara langsung menjadi penyebab utama kematian. Risiko tersebut masih dapat ditekan dengan menjaga berat badan tetap ideal serta menerapkan pola hidup sehat sejak dini.
Sumber: