Tips Simpan Kolang Kaling Agar Awet Selama Ramadan, Cegah Lendir dan Bau Tak Sedap

Tips Simpan Kolang Kaling Agar Awet Selama Ramadan, Cegah Lendir dan Bau Tak Sedap

Tips Simpan Kolang Kaling Agar Awet Selama Ramadan, Cegah Lendir dan Bau Tak Sedap--ist


Cuci Bersih Kolang Kaling--ist

Jangan menyimpan kolang kaling dengan air bawaan dari penjual. Langkah pertama di rumah adalah membuang seluruh air rendaman awal.

Cuci kolang kaling di bawah air mengalir sambil diaduk perlahan untuk menghilangkan sisa kotoran dan bau. Bilas beberapa kali hingga air benar-benar jernih. Setelah itu, tiriskan hingga tidak ada air berlebih yang menetes.

Proses pencucian ini penting untuk mencegah pembentukan lendir selama penyimpanan. Air yang kotor dapat menjadi media berkembangnya bakteri meskipun berada di suhu dingin.

BACA JUGA:Overpass Dibangun, Herman Deru Perkuat Aturan Truk Batu Bara

BACA JUGA:Perkuat Pembinaan, Lapas Narkotika Muara Beliti Hadiri Arahan Virtual Dirjen Pemasyarakatan

3. Simpan dalam Wadah Tertutup Berisi Air Bersih

Gunakan wadah dengan penutup rapat saat menyimpan di kulkas. Hindari kantong plastik terbuka karena udara bebas bisa membawa bakteri dan mempercepat kerusakan.


Simpan Kolang Kaling dalam Wadah Tertutup Berisi Air Bersih--ist

Tambahkan air matang atau air yang sudah direbus dan didinginkan hingga seluruh kolang kaling terendam. Air bersih menjaga permukaan tetap lembap dan mengurangi kontak langsung dengan udara. Namun, jangan mengisi wadah terlalu penuh.

Letakkan wadah di bagian dalam kulkas, bukan di pintu, karena suhu di bagian dalam lebih stabil. Dengan cara ini, kolang kaling dapat bertahan beberapa hari tanpa perubahan tekstur yang signifikan.

BACA JUGA:Dulu Digandeng Alex Noerdin, Kini Gandi Menjadi Guru

BACA JUGA:Aksi Pungli di SPBU Megang kota Lubuklinggau Berakhir, Dua Pelaku Diamankan

4. Ganti Air Rendaman Secara Berkala

Meski disimpan di kulkas, air rendaman tetap perlu diganti setiap satu hingga dua hari sekali. Air yang jarang diganti bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri penyebab lendir.

Sumber: