Abrasi Sungai Rawas Kian Parah, Tujuh Rumah di Muratara Terancam Ambruk

Abrasi Sungai Rawas Kian Parah, Tujuh Rumah di Muratara Terancam Ambruk

Abrasi Sungai Rawas Kian Parah, Tujuh Rumah di Muratara Terancam Ambruk--Net

SILAMPARITV.CO.ID - Sebanyak tujuh rumah warga di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, dilaporkan berada dalam ancaman longsor akibat abrasi di bantaran Sungai Rawas. Kondisi ini terjadi di RT-16, Kelurahan Muara Rupit, Kecamatan Rupit.

Salah satu warga, Zainal Abidin, mengungkapkan bahwa ancaman tersebut sudah berlangsung cukup lama dan semakin memburuk dalam setahun terakhir. Ia menyebut warga terus diliputi kekhawatiran, terutama saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

BACA JUGA:CFD Ampera Kembali Digelar, Polisi Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Pusat Kota Palembang

BACA JUGA:Tarif Ojol Disorot, Pemerintah Dorong Potongan Aplikator Kurang dari 10 Persen

Menurutnya, laporan terkait abrasi sudah berulang kali disampaikan kepada pemerintah daerah hingga DPRD Muratara, namun hingga kini belum ada penanganan konkret di lapangan.

“Dalam setahun terakhir kondisinya makin parah, apalagi saat hujan deras beberapa pekan terakhir. Rumah yang berada di bantaran sungai sangat berbahaya,” ujarnya.

BACA JUGA:Karena Sering Dibandingkan, 3 Pelajar SMA di Musi Rawas Aniaya Teman Sendiri

BACA JUGA:Viral! Rekaman CCTV Bongkar Perampokan di Pekanbaru

Zainal juga mengingatkan bahwa jika tidak segera ditangani, dampaknya tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga mengancam infrastruktur penting. Salah satunya akses jalan utama penghubung Kecamatan Rupit dengan Rawas Ilir yang berpotensi terputus.

Kekhawatiran serupa disampaikan warga lainnya, Apri. Ia menyoroti posisi jalan yang sangat dekat dengan titik abrasi, sehingga rawan longsor jika tidak segera dilakukan penguatan tebing.

BACA JUGA:Peresmian Sanggar Alang Marantak BARU, Wujud Semangat Pelestarian Budaya Minangkabau di Lubuklinggau

BACA JUGA:Konflik Memanas! Aset Usaha SOP Pak Jenggot Lubuklinggau Disegel Usai Perceraian Resmi

Selain itu, keberadaan tiang Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) di sekitar lokasi juga dinilai berisiko terdampak longsor. Jika infrastruktur tersebut rusak, pasokan listrik di wilayah sekitar bisa terganggu.

Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi abrasi tersebut, mengingat potensi dampaknya bisa semakin luas jika terus dibiarkan.

Sumber: