Nilai TKA Siswa SD-SMP Anjlok, Efektivitas Program MBG Mulai Diperdebatkan
Nilai TKA Siswa SD-SMP Anjlok, Efektivitas Program MBG Mulai Diperdebatkan--ist
Jika dibandingkan dengan hasil Ujian Nasional (UN) tahun 2019, sejumlah indikator menunjukkan adanya penurunan capaian akademik.
Data yang dihimpun berbagai pihak memperlihatkan nilai Matematika turun dari 39,2 menjadi 36,1. Bahasa Indonesia menurun dari 67,8 menjadi 55,3. Sementara Bahasa Inggris mengalami penurunan yang cukup signifikan dari 54,6 menjadi 24,9.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai efektivitas sistem pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan dasar peserta didik.
BACA JUGA:Kisah Cinta Lintas Negara di Musi Rawas, Zachary Scott Shedd Nikahi Teresa Citra Alvonita
BACA JUGA:Kalapas Narkotika Muara Beliti Beri Penguatan kepada Jajaran P2U, Tegaskan Komitmen Zero Halinar
Indonesia Masih Tertinggal di Tingkat ASEAN
Tantangan pendidikan nasional juga terlihat dalam hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2022.
Dalam bidang Matematika, Singapura mencatat skor 575 dan menempati posisi teratas dunia. Vietnam memperoleh skor 469, Brunei Darussalam 442, Malaysia 409, dan Thailand 394.
Indonesia berada pada skor 366, menempatkannya di posisi keenam di kawasan ASEAN.
Selisih skor Indonesia dengan Vietnam mencapai lebih dari 100 poin. Menurut berbagai kajian internasional, kesenjangan tersebut dapat menggambarkan perbedaan kemampuan belajar yang setara dengan beberapa tahun masa pendidikan.
Temuan ini memperlihatkan bahwa persoalan kualitas pembelajaran tidak hanya terjadi di tingkat nasional, tetapi juga memengaruhi daya saing Indonesia di tingkat regional dan global.
BACA JUGA:Pemkab Musi Rawas Siap Tindak Tegas Perusahaan Sawit yang Abaikan Harga TBS
Program MBG Ikut Menjadi Sorotan
Di tengah rendahnya capaian akademik siswa, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menjadi bahan diskusi publik.
Sumber: