Tips Lolos SNBT 2026: Cara Hitung Keketatan Prodi dan Panduan Lengkap Pendaftarannya
Tips Lolos SNBT 2026: Cara Hitung Keketatan Prodi dan Panduan Lengkap Pendaftarannya--Net
SILAMPARITV.CO.ID - Menghitung tingkat keketatan program studi (prodi) menjadi salah satu strategi penting bagi peserta Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Dengan mengetahui tingkat persaingan, calon mahasiswa dapat memperkirakan peluang lolos di jurusan yang diincar.
Melalui data resmi dari SNPMB, peserta dapat mengakses informasi daya tampung prodi tahun 2026 serta jumlah peminat pada tahun sebelumnya sebagai dasar perhitungan.
BACA JUGA:Tetap Bugar dari Rumah, Ini 7 Olahraga Ringan Efektif untuk Membakar Kalori
Cara Menghitung Keketatan Prodi
Keketatan merupakan persentase jumlah peserta yang diterima dibandingkan jumlah pendaftar. Semakin kecil persentasenya, maka persaingan semakin ketat.
Rumus yang digunakan adalah:
Daya tampung ÷ jumlah peminat tahun sebelumnya × 100%
Contoh perhitungan:
- Prodi Ilmu Komunikasi di Universitas Sriwijaya memiliki daya tampung 2026 sebanyak 89 dan peminat 2025 sebanyak 1.266.
Hasilnya: 89 ÷ 1.266 × 100% = 7,03% - Prodi Ilmu Komunikasi di Universitas Lampung memiliki daya tampung 2026 sebanyak 100 dan peminat 2025 sebanyak 1.184.
Hasilnya: 100 ÷ 1.184 × 100% = 8,45%
Dari perhitungan tersebut, prodi Ilmu Komunikasi Universitas Sriwijaya memiliki tingkat keketatan lebih tinggi dibandingkan Universitas Lampung karena persentasenya lebih kecil.
BACA JUGA:Remaja Asal Ibul Ditemukan Meninggal Setelah Hanyut di Lubuk Langkap
BACA JUGA:Jangan Salah Cuci! Ini Tips Baju Putih Tetap Kinclong
Cara Cek Daya Tampung SNBT 2026
Peserta dapat mengecek daya tampung melalui laman resmi SNPMB dengan langkah berikut:
- Kunjungi situs resmi SNPMB
- Klik ikon garis tiga di pojok kiri atas
- Pilih menu “UTBK SNBT” lalu klik “Daya Tampung SNBT”
- Pilih jenis perguruan tinggi (PTN akademik, vokasi, atau PKIN)
- Klik “Lihat Prodi” pada kampus tujuan
- Sistem akan menampilkan data lengkap seperti:
- Kode prodi
- Nama prodi
- Jenjang pendidikan
- Daya tampung 2026
- Peminat 2025
- Syarat portofolio (jika ada)
BACA JUGA:Pendaki 15 Tahun Asal Lubuklinggau Jatuh Saat Turun Bukit Kaba
BACA JUGA:Mantan Menhan Juwono Sudarsono Wafat, Bangsa Kehilangan Sosok Akademisi dan Negarawan
Sumber: