Agar Tak Ada Lagi Ponpes Ambruk, Menteri PU Siapkan Program Pelatihan Santri Jadi Tenaga Konstruksi.
Agar Tak Ada Lagi Ponpes Ambruk, Menteri PU Siapkan Program Pelatihan Santri Jadi Tenaga Konstruksi.--ist
SILAMPARITV.CO.ID - Kasus ambruknya gedung Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny pada 29 September 2025 menjadi pelajaran penting bagi pemerintah dalam meningkatkan keselamatan bangunan pesantren di Indonesia. Menyikapi hal itu, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berencana memberikan pelatihan dan sertifikasi tenaga konstruksi bagi para santri agar mereka dapat membangun pesantren secara aman dan sesuai standar.
Langkah ini diambil menyusul fakta bahwa dari lebih dari 42.000 pesantren di Indonesia, hanya sekitar 51 pesantren yang telah memiliki Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Sebagian besar pesantren dibangun secara swadaya oleh masyarakat dan santri tanpa pengawasan teknis profesional.
BACA JUGA:Kabar Baik! Pil KB Pria Non-Hormonal Lolos Uji Tahap Pertama, Ditargetkan Siap Edar Tahun 2030.
Santri Akan Dilatih Jadi Tenaga Konstruksi Bersertifikat
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, pelatihan ini dilakukan untuk memperkuat semangat gotong royong di lingkungan pesantren, bukan menghapusnya. Pemerintah justru ingin menjadikan semangat kebersamaan tersebut sebagai dasar untuk membangun kemampuan teknis yang diakui secara profesional.
“Kami ingin memperkuatnya dengan pengetahuan. Oleh karena itu, insyaallah PU akan melatih dan mensertifikasi para santri sebagai tenaga kerja konstruksi — secara gratis,” ujar Dody dalam acara penandatanganan SKB Tentang Sinergi Dalam Penyelenggaraan Infrastruktur Pendidikan Pesantren di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Selasa (14/10/2025).
Program ini nantinya akan diintegrasikan dengan pelatihan teknis dari Kementerian PU agar para santri tidak hanya memiliki kemampuan praktik, tetapi juga memahami prinsip keselamatan, standar konstruksi, dan kelayakan bangunan.
BACA JUGA:Hindari Masukkan HP Panas ke Kulkas, Begini Tips Aman Mendinginkannya
Gotong Royong Tetap Jadi Jiwa Pembangunan Pesantren
Dody menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin menghilangkan nilai-nilai budaya yang sudah melekat pada pembangunan pesantren di Indonesia.
“Banyak pondok pesantren lahir dari semangat gotong royong dan keikhlasan. Kami tidak ingin semangat itu hilang. Justru kami ingin mengubah semangat tersebut menjadi keahlian yang diakui secara resmi,” katanya.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para santri mampu membangun dan memperbaiki pesantrennya sendiri dengan standar konstruksi yang benar, tanpa menghilangkan rasa kebersamaan dan kebanggaan sebagai bagian dari komunitas pesantren.
Sumber: