Meluap Lagi! Banjir Mengancam Muratara di Pekan Lebaran, Warga Terdampak Kembali Menghadapi Penderitaan

Meluap Lagi! Banjir Mengancam Muratara di Pekan Lebaran, Warga Terdampak Kembali Menghadapi Penderitaan

banjir lagi di muratara--

SILAMPARITV.CO.IDMURATARA - Musim lebaran Idul Fitri 2024 di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) disambut dengan keprihatinan yang mendalam. Pasalnya, menjelang perayaan tersebut, debit air sungai Rupit dan Rawas kembali meluap, menimbulkan banjir di sejumlah desa/kelurahan.

Intensitas hujan yang cukup tinggi beberapa hari terakhir menjadi pemicu utama banjir yang kembali melanda daerah ini. Warga yang telah bersiap-siap merayakan lebaran mendapati diri mereka harus menghadapi penderitaan baru akibat bencana alam ini.

Menurut laporan yang diterima, sejumlah desa/kelurahan di Kabupaten Muratara telah mulai dilanda banjir akibat luapan sungai tersebut. Bahkan, akses penghubung antar desa/kecamatan terputus akibat genangan air yang tinggi.

BACA JUGA:Terobosan Pemerintah Muratara dalam Menghadapi Krisis Gas Melon dan Kenaikan Harga Beras

Seorang warga Kecamatan Rawas Ilir, Zainal, menyampaikan kekesalannya, "Nah, menjelang lebaran lagi banjir. Repot lagi angkat-angkat barang, mindahi motor mobil."

Meskipun luapan sungai memasuki permukiman warga secara perlahan tanpa terjadi banjir bandang, namun dampaknya dirasakan cukup signifikan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat bersama warga telah berupaya mengatasi situasi ini. Namun, tantangan tetap besar mengingat beberapa desa terdampak langsung oleh banjir.

Di Kecamatan Rupit, wilayah yang terdampak antara lain Kelurahan Muara Rupit, Desa Batu Gajah, Maur, dan Lubuk Rumbai. Sementara di Kecamatan Karang Dapo, banjir melanda Kelurahan Karang Dapo, Desa Rantau Kadam, Karang Dapo 1, dan Biaro Baru. Di Kecamatan Rawas Ilir, banjir terjadi di Kelurahan Bingin Teluk, Desa Mandi Angin, dan Beringin Makmur 1.

BACA JUGA:Badan Jalan dan Rumah Warga Desa Rantau Kadam dan Karang Dapo Terendam Banjir akibat Luapan Sungai Air Rawas

Mayoritas desa dan kelurahan yang terdampak banjir berada di sepanjang bantaran sungai Rupit dan Rawas, memperparah kondisi tersebut.

Kepala BPBD Kabupaten Muratara, Zainal Arifin, menyatakan telah memerintahkan tim reaksi cepat (TRC) untuk turun ke lokasi banjir. Langkah ini diambil untuk mendata desa-desa yang terendam banjir serta memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan.

Dampak sosial dan ekonomi dari banjir ini cukup besar. Banyak warga terpaksa mengungsi, sementara sejumlah lahan pertanian dan pemukiman rusak terendam air.

Pemerintah daerah beserta instansi terkait juga telah berkoordinasi untuk menyusun rencana tanggap darurat serta langkah-langkah pemulihan pasca-banjir.

BACA JUGA:Rumah Wartawan di Muratara Dibobol Maling saat Bulan Ramadan, Kerugian Capai Rp30 Juta

Sumber: