OPPO Dikabarkan Satukan OnePlus dan Realme, OxygenOS Terancam Tinggal Sejarah
--
SILAMPARITV.CO.ID - Kabar mengejutkan datang dari industri smartphone. OPPO disebut tengah menyiapkan langkah besar dengan menyatukan ekosistem perangkat lunak seluruh merek yang berada di bawah naungannya. Jika rumor ini benar, maka era OxygenOS milik OnePlus dan Realme UI milik Realme akan segera berakhir.
Berdasarkan laporan dari seorang insider industri yang dikenal memiliki rekam jejak akurat, seluruh smartphone OnePlus dan Realme generasi mendatang dikabarkan akan menggunakan ColorOS sebagai sistem operasi utama. Dengan demikian, OPPO hanya akan mengembangkan satu antarmuka Android untuk seluruh lini produknya.
Meski begitu, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari OPPO, OnePlus, maupun Realme terkait kabar tersebut.
BACA JUGA:Google Luncurkan Fitur Deteksi Panggilan Palsu Berbasis AI, Pengguna Android Kini Lebih Terlindungi
Restrukturisasi Besar OPPO
Rumor ini disebut menjadi bagian dari restrukturisasi besar yang sedang dilakukan OPPO terhadap bisnis smartphone-nya. Tak hanya menyatukan perangkat lunak, perusahaan juga dikabarkan mulai menggabungkan operasional OnePlus dan Realme ke dalam organisasi inti OPPO.
Di India, misalnya, layanan purnajual OnePlus dilaporkan telah terintegrasi dengan jaringan pusat servis OPPO. Sementara itu, OnePlus disebut akan lebih fokus menggarap pasar India dan China, sedangkan Realme akan memperluas bisnisnya di pasar internasional dengan mengurangi aktivitas di China.
BACA JUGA:Dorong Kinerja PLN, ULP Muara Aman Perkuat Budaya PS4 untuk Tingkatkan Customer Experience
BACA JUGA:Komdigi Targetkan Internet Indonesia Tembus Rata-Rata 100 Mbps dalam Dua Tahun
Efisiensi Jadi Alasan Utama
Salah satu alasan terbesar di balik langkah ini adalah efisiensi biaya riset dan pengembangan (R&D).
Selama bertahun-tahun, OPPO harus mengembangkan tiga sistem antarmuka sekaligus, yaitu ColorOS, OxygenOS, dan Realme UI. Padahal, ketiganya kini sudah menggunakan basis kode yang hampir sama sehingga perbedaannya lebih banyak terdapat pada tampilan dan beberapa fitur tambahan.
Sebenarnya, proses integrasi ini bukan hal baru. Pada 2021, Pete Lau, pendiri OnePlus yang kini menjabat sebagai Chief Product Officer OPPO, pernah mengumumkan bahwa OxygenOS dan ColorOS akan menggunakan basis kode yang sama agar pengembangan perangkat lunak menjadi lebih cepat dan efisien.
Sejak saat itu, banyak pengguna menilai OxygenOS semakin mirip dengan ColorOS meski tetap mempertahankan nama dan sejumlah ciri khasnya.
BACA JUGA:Anthropic Buka Beasiswa AI Bergaji Rp1,5 Miliar per Tahun, Tapi Peluang WNI Masih Belum Jelas
BACA JUGA:Beli Kartu SIM Baru? Mulai 1 Juli 2026 Registrasi Wajib Pakai Pengenalan Wajah
OnePlus Berpotensi Kehilangan Identitas
Jika rumor ini benar-benar terwujud, dampak terbesar diperkirakan akan dirasakan oleh para pengguna OnePlus.
Sejak hadir melalui OnePlus One pada 2014, OxygenOS dikenal sebagai salah satu sistem operasi Android terbaik. Antarmuka ini menawarkan pengalaman Android yang ringan, cepat, minim aplikasi bawaan, serta mendekati Android murni.
Meski dalam beberapa tahun terakhir identitas tersebut mulai memudar akibat integrasi dengan ColorOS, nama OxygenOS tetap menjadi pembeda utama OnePlus dibandingkan smartphone OPPO lainnya.
Apabila nama tersebut benar-benar dihapus, banyak penggemar menilai OnePlus akan kehilangan salah satu identitas terbesarnya.
BACA JUGA:Anti Jeglek! 4 AC Low Watt yang Cocok untuk Rumah Daya 450 VA
BACA JUGA:Xiaomi Siapkan Redmi K90 Ultra, HP Gaming Kencang dengan Fitur Pendingin Aktif
Pengguna Realme Diprediksi Tak Banyak Merasakan Perubahan
Berbeda dengan OnePlus, pengguna Realme kemungkinan tidak akan terlalu merasakan perubahan signifikan. Sejak awal, Realme UI memang dikembangkan dari basis ColorOS dengan sejumlah penyesuaian pada tampilan, fitur, dan pengalaman pengguna.
Karena memiliki fondasi yang sama, proses transisi ke ColorOS diperkirakan akan berlangsung lebih mulus.
BACA JUGA:Insta360 Luna Ultra Resmi Meluncur: Kamera Gimbal Saku Premium Hasil Kolaborasi dengan Leica
BACA JUGA:Dukung Industri Data Center, PLN Siap Suplai Listrik Andal untuk Ekspansi BDx
Meski demikian, seluruh informasi ini masih sebatas rumor yang beredar di kalangan industri teknologi. Belum ada konfirmasi resmi dari OPPO, OnePlus, maupun Realme mengenai penyatuan sistem operasi tersebut.
Jika benar diumumkan dalam waktu dekat, langkah ini akan menjadi salah satu perubahan terbesar dalam sejarah OPPO dan sekaligus menandai berakhirnya dua nama besar di dunia Android, yakni OxygenOS dan Realme UI.
Sumber: